KSP-PB Ajak Kobarkan Semangat Kepahlawanan Marsinah dalam Seminar dan Konferensi Pers di Gedung Joang 45
Jakarta, 12 November 2025 — Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh (KSP-PB), yang di dalamnya termasuk Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), menggelar Seminar dan Konferensi Pers bertema “Kobarkan Semangat Kepahlawanan Marsinah yang Telah Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional” di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/11).
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan bahwa penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional merupakan kemenangan moral bagi gerakan buruh Indonesia. Menurutnya, perjuangan Marsinah adalah simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan eksploitasi yang masih relevan hingga hari ini.
“Penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional adalah pengakuan negara terhadap keberanian seorang buruh perempuan yang memperjuangkan keadilan dan keberpihakan pada kaum pekerja. Ini bukan hanya penghormatan, tetapi juga pengingat bahwa semangat perjuangannya harus terus hidup di tengah gerakan buruh modern,” ujar Said Iqbal.
Dalam kesempatan tersebut, KSPI dan Partai Buruh juga menyoroti perkembangan Upah Minimum 2026. Said Iqbal menegaskan bahwa buruh menolak segala bentuk formula yang menurunkan atau menekan laju kenaikan upah.
“Upah 2026 tidak boleh bergantung pada formula yang merugikan buruh. Kenaikan harga-harga dan kebutuhan hidup nyata terjadi setiap tahun. Kami akan terus mengawal agar kebijakan upah berpihak kepada pekerja, bukan hanya kepada kepentingan pemodal,” tegasnya.
Selain isu upah, KSP-PB kembali mendesak pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT). Menurut Said Iqbal, pembahasan yang mandek selama belasan tahun adalah bukti minimnya keberpihakan pada kelompok pekerja rentan, khususnya perempuan.
“Pekerja rumah tangga adalah bagian dari kelas pekerja yang selama ini tak tersentuh perlindungan hukum. Penundaan pengesahan RUU PPRT adalah bentuk ketidakadilan struktural. Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret, bukan hanya retorika,” jelasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan serikat pekerja, aktivis, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat sipil. Melalui momentum penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional, KSP-PB berharap semangat perjuangan buruh dapat kembali menjadi motor penggerak keadilan sosial dan kebijakan pro-rakyat.


















