Scroll untuk baca artikel
Musik

Altero Underground Resmi Mengudara, Hadirkan Ruang Baru bagi Musik Alternatif Jakarta

128
×

Altero Underground Resmi Mengudara, Hadirkan Ruang Baru bagi Musik Alternatif Jakarta

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Centang Satu.Com – Dunia musik alternatif Jakarta kedatangan wadah baru dengan diresmikannya Altero Underground melalui acara Grand Launching yang berlangsung pada Kamis malam, 18 Desember 2025, di Dungeon Pool Lounge Kemang , Jakarta. Kehadiran Altero Underground tidak sekadar menjadi ajang perkenalan komunitas, tetapi juga menandai komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem musik underground dan indie di Indonesia.

Peluncuran ini sekaligus membuka rangkaian agenda rutin Altero Underground yang dijadwalkan berlangsung setiap hari Kamis. Pada gelaran perdananya, publik diperkenalkan dengan Sandy sebagai founder sekaligus penggagas proyek, didukung deretan musisi lintas aliran seperti iHate Band, Ombak, Denji Jamm, Traxion, Anov Blues One, Mighty Sound, Archsonic, Tante Lucy, DJ Stan, dan DJ Surja, yang merepresentasikan semangat musik alternatif yang beragam.

Dalam konsep acara, Altero Underground memposisikan diri sebagai respons atas dinamika industri musik masa kini. Jika pada era 1990-an keterbatasan ruang dan akses menjadi tantangan utama, era digital justru melahirkan banjir karya yang tetap membutuhkan kurasi, arah, serta ruang aman bagi musisi di luar arus utama.

Altero Underground hadir sebagai titik temu antara musisi, penikmat, komunitas, hingga brand, dalam satu ekosistem yang saling menopang. Semangat kolektif khas skena underground dihidupkan kembali melalui pendekatan modern yang lebih terstruktur, tanpa meninggalkan nilai kebersamaan dan gotong royong.

Perwakilan Altero Underground, Irsya, mengungkapkan bahwa nama “Altero” berasal dari kata alter atau alternative, yang merepresentasikan jalan berbeda dari arus utama. Filosofi tersebut diwujudkan melalui eksplorasi genre yang luas, mulai dari rock, metal, britpop, grunge, hingga jazz alternatif. Pemilihan hari Kamis sebagai waktu utama penyelenggaraan pun menjadi bagian dari identitas tersebut.

“Kamis kami anggap sebagai hari alternatif. Ketika kebanyakan event memilih Jumat atau akhir pekan, Altero justru memulainya dari Kamis. Itu bagian dari sikap anti-mainstream,” ujar Irsya.

Sementara itu, Dungeon Pool Lounge dipilih sebagai lokasi karena karakter ruangnya yang kuat, sistem tata suara yang mendukung, serta letaknya yang berada di area bawah tanah, selaras dengan esensi underground. Perwakilan Dungeon Pool Lounge, Dede, menyebut kolaborasi ini sebagai ide yang berani namun relevan.

“Dungeon itu artinya bunker. Sangat cocok dengan semangat underground. Harapannya tempat ini bisa menjadi basecamp musik alternative rock,” ujarnya.

Sejak berdiri pada 2015 dengan fokus utama sebagai arena biliar, Dungeon Pool Lounge kini membuka babak baru sebagai ruang ekspresi bagi musik alternatif.

Acara peluncuran ini juga mendapat dukungan dari Anker Beer. Perwakilannya, Gege, menilai skena underground sebagai tempat lahirnya figur-figur legendaris yang teruji oleh waktu, bukan sekadar popularitas instan.

“Mainstream itu nggak asik, underground jauh lebih asik,” tegas Gege.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi dan keberanian untuk terus relevan tanpa meninggalkan identitas. Kolaborasi antara Anker Beer dan Altero Underground diharapkan dapat berjalan berkelanjutan.

Ke depan, Altero Underground tidak hanya berfokus di Jakarta. Roadshow telah disiapkan mulai akhir Desember hingga pertengahan Februari menjelang Ramadhan, dengan wilayah awal meliputi Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Cikampek, sebelum meluas ke kota-kota besar di Pulau Jawa dan Bali. Setiap kota akan melibatkan band lokal sebagai bentuk dukungan terhadap skena setempat.

Dengan kurasi yang matang, konsep tematik lintas genre, serta visi membangun ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan, Altero Underground menegaskan eksistensinya. Grand launching ini menjadi langkah awal perjalanan sebuah ruang modern yang berupaya mengangkat musik underground ke posisi yang lebih dihargai, tanpa kehilangan semangat perlawanan dan kebebasan berekspresi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *