Scroll untuk baca artikel
Umum

Dari Amsterdam ke Nusantara: Saat Band Belanda Ini Mengguncang Dunia dengan Bahasa Indonesia

145
×

Dari Amsterdam ke Nusantara: Saat Band Belanda Ini Mengguncang Dunia dengan Bahasa Indonesia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,CentangSatu.com -|Siapa sangka, di tengah derasnya musik berbahasa Inggris, justru bahasa Indonesia menggema dari panggung-panggung Eropa. Bukan dari musisi lokal, melainkan dari sebuah band psychedelic asal Belanda bernama Nusantara Beat. Fenomena ini pun bikin banyak orang Indonesia terkejut sekaligus bangga.

Berbasis di Amsterdam, Nusantara Beat hadir dengan sesuatu yang tak biasa: lagu-lagu berbahasa Indonesia yang dinyanyikan dengan pengucapan nyaris tanpa cela. Vokalis mereka, Megan de Klerk, sukses membuat banyak pendengar salah tebak tak sedikit yang mengira band ini berasal langsung dari Indonesia.

Nusantara Beat digawangi oleh Jordy Sanger, Megan de Klerk, Michael Joshua, Rouzy Portier, Sonny Groeneveld, dan Gino Groeneveld. Mengusung genre psychedelic dengan sentuhan retro khas era 70-an, musik mereka terdengar seperti mesin waktu yang membawa pendengar ke masa lalu, namun dengan energi modern yang tetap relevan hari ini.

Album debut bertajuk “Nusantara Beat” menjadi pintu masuk yang kuat. Sebanyak 11 lagu di dalamnya menampilkan judul-judul yang sangat “Indonesia”, seperti Ke Masa Lalu, Di Pantai, Bunga Mekar, Kupu Kupu, Gapura, hingga Cinta Itu Menyakitkan. Setiap lagu terasa sederhana, jujur, dan penuh warna.

Tak berhenti di album, Nusantara Beat juga merilis sejumlah single yang semakin menegaskan kecintaan mereka pada Indonesia. Djanger, Mang Becak, Sifat Manusia, Layung, dan Kota Bandung menjadi bukti bahwa inspirasi mereka lahir dari kehidupan sehari-hari masyarakat Nusantara.

Yang membuat Nusantara Beat semakin menarik bukan hanya bahasanya, tetapi juga cerita di balik liriknya. Tema tentang manusia, emosi, dan dinamika sosial Indonesia dibalut tanpa kesan menggurui. Justru di situlah kekuatannya dekat, jujur, dan terasa “kita banget”.

Kini, Nusantara Beat terus memperluas panggungnya ke berbagai negara. Lagu-lagu mereka bisa dinikmati di platform digital seperti Spotify dan YouTube, menjangkau pendengar lintas budaya dan generasi.

Lewat Nusantara Beat, bahasa Indonesia tak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga identitas yang menggema di pentas global. Sebuah ironi yang indah dari Belanda, bahasa Indonesia justru menemukan rumah barunya di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *