Scroll untuk baca artikel
Nasional

HEOC Koordinasikan 3.719 Relawan Kesehatan Dukung Pelayanan Medis Pasca Bencana di Aceh

158
×

HEOC Koordinasikan 3.719 Relawan Kesehatan Dukung Pelayanan Medis Pasca Bencana di Aceh

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,CentangSatu.com -| Sebanyak 3.719 relawan kesehatan telah dikerahkan sejak awal bencana untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah terdampak di Provinsi Aceh. Seluruh relawan dimobilisasi dan dikoordinasikan melalui Health Emergency Operation Center (HEOC) sesuai dengan prosedur penanganan bencana Kementerian Kesehatan.

Berdasarkan laporan kumulatif Sub Klaster Pelayanan Kesehatan, relawan tersebar di 18 kabupaten/kota serta tingkat provinsi. Konsentrasi relawan terbesar berada di Kabupaten Pidie Jaya sebanyak 1.065 orang, disusul Kabupaten Aceh Tamiang dengan 923 orang.

HEOC dibentuk sejak hari pertama hingga hari ketiga bencana di seluruh wilayah terdampak. Pusat kendali ini berfungsi menganalisis kebutuhan tenaga kesehatan sekaligus mengatur lalu lintas, alokasi, dan pergerakan relawan agar pelayanan kesehatan berjalan efektif dan merata.

Sejak hari kedua bencana, relawan kesehatan mulai ditempatkan di berbagai fasilitas pelayanan. Saat ini, layanan kesehatan dilaksanakan melalui sekitar 309 puskesmas, 23 rumah sakit pemerintah (RSUD serta RS TNI/Polri), dan 377 pos kesehatan yang menjangkau 1.008 pos pengungsian.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Jamaludin, menegaskan bahwa koordinasi yang intensif menjadi kunci untuk memastikan layanan kesehatan tidak terputus di seluruh wilayah terdampak.

“Kami mengerahkan seluruh potensi tenaga kesehatan yang ada dan terus memantau distribusi relawan agar bantuan dapat menjangkau setiap daerah sesuai kebutuhannya,” ujar Agus.

Ia menambahkan, tantangan utama saat ini adalah memastikan rotasi relawan berjalan lancar tanpa mengganggu kontinuitas layanan di fasilitas kesehatan.

“Dengan rata-rata masa tugas relawan 10–12 hari, penugasan diatur agar setiap fasilitas tetap memiliki tenaga kesehatan setiap saat,” jelasnya.

Dari sisi komposisi profesi, relawan didominasi tenaga medis lapangan. Perawat menjadi profesi terbanyak dengan 923 orang, diikuti tenaga kesehatan lainnya sebanyak 766 orang, dokter umum 736 orang, dan dokter spesialis 264 orang. Selain itu, terdapat 179 apoteker, 124 bidan, serta 350 tenaga nonkesehatan yang mendukung operasional layanan.

Sejumlah profesi pendukung turut diterjunkan, antara lain tenaga sanitasi lingkungan, logistik, gizi, psikologi klinis, hingga entomolog kesehatan, guna memastikan pelayanan kesehatan berjalan komprehensif di seluruh wilayah terdampak.

Berdasarkan asal instansi, mayoritas relawan berasal dari unsur pemerintah sebanyak 2.399 orang. Dukungan juga diberikan oleh akademisi sebanyak 780 orang, NGO/LSM 307 orang, serta organisasi profesi sebanyak 233 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *