Scroll untuk baca artikel
Nasional

Prabowo Klaim Swasembada Pangan Tercapai, Produksi Beras 2025 Lampaui Kebutuhan Nasional

151
×

Prabowo Klaim Swasembada Pangan Tercapai, Produksi Beras 2025 Lampaui Kebutuhan Nasional

Sebarkan artikel ini

CentangSatu.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan Indonesia resmi memasuki era swasembada pangan setelah produksi beras nasional sepanjang 2025 mencapai 34,71 juta ton. Angka tersebut melampaui kebutuhan konsumsi beras domestik tahunan dan menandai kebangkitan sektor pangan nasional seperti yang pernah terjadi pada masa kejayaan pertanian di dekade 1980-an.

Prabowo menegaskan capaian ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari kebijakan yang dirancang secara terukur dan dijalankan secara konsisten. Pemerintah, kata dia, sejak awal berfokus pada penguatan sektor hulu hingga hilir pertanian demi memastikan ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Apa yang kita capai hari ini adalah hasil kerja panjang dan keberanian mengambil kebijakan yang berpihak pada petani. Kita memperkuat intensifikasi pertanian, membuka lahan-lahan baru secara terencana, serta memastikan hasil panen petani diserap dengan harga yang adil. Ini bukan sekadar soal angka produksi, tetapi tentang martabat bangsa dan kemandirian negara dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri,” ujar Prabowo dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Presiden menyebut keberhasilan swasembada pangan telah memberikan dampak nyata terhadap kondisi ekonomi pedesaan. Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025 tercatat mencapai 125,35, angka tertinggi sepanjang sejarah, yang menunjukkan peningkatan signifikan daya beli dan kesejahteraan petani Indonesia.

Tak hanya itu, sektor pertanian juga menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pada triwulan I 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 10,52 persen, mencerminkan peran strategis pertanian sebagai fondasi ekonomi sekaligus penyangga stabilitas nasional.

“Ketika petani sejahtera, desa hidup, dan pangan aman, maka fondasi ekonomi nasional menjadi kuat. Inilah bukti bahwa pertanian bukan sektor pinggiran, melainkan tulang punggung bangsa. Kita ingin Indonesia berdiri di atas kaki sendiri, tidak bergantung pada impor untuk kebutuhan paling mendasar rakyatnya,” lanjut Prabowo.

Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang terlibat dalam pencapaian tersebut, mulai dari komunitas pertanian, kementerian dan lembaga terkait, TNI dan Polri, asosiasi petani, BUMN Pangan, hingga para petani di seluruh penjuru Tanah Air.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh petani Indonesia dan semua pihak yang telah bekerja tanpa lelah. Ini adalah kemenangan bersama, kemenangan bangsa Indonesia. Sinergi nasional yang kuat inilah yang akan terus kita jaga demi masa depan pangan dan kedaulatan negara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *