Scroll untuk baca artikel
Hiburan

Tak Sekadar Nostalgia, Musikal “Bukan Cinta Galih/Ratna” Tawarkan Tafsir Baru Kisah Cinta Legendaris

142
×

Tak Sekadar Nostalgia, Musikal “Bukan Cinta Galih/Ratna” Tawarkan Tafsir Baru Kisah Cinta Legendaris

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,CentangSatu.com— Pementasan musikal “Bukan Cinta Galih/Ratna” akan digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Sabtu, 7 Februari 2026. Pertunjukan ini menghadirkan reinterpretasi kisah legendaris Galih dan Ratna dengan sudut pandang generasi muda, khususnya Generasi Z, melalui pendekatan komedi dan alur cerita penuh kejutan.

Musikal ini terinspirasi dari lagu-lagu karya Guruh Sukarno Putra, yang dikemas ulang secara kreatif agar tetap relevan dengan penonton masa kini. Sutradara sekaligus penulis naskah, Mikail Edwin Rizki, mengatakan tantangan utama produksi ini adalah menjaga relevansi kisah klasik tanpa kehilangan ruh aslinya.

“Di tengah tantangan menjaga relevansi kisah klasik, saya ingin menghadirkan cerita yang segar dengan memadukan lagu-lagu Guruh Sukarno Putra dan ide kreatif tim untuk menciptakan plot twist di tengah kisah cinta Galih dan Ratna,” ujar Mikail saat temu media di Jakarta, Kamis (8/1).

Menurut Mikail, lagu-lagu Guruh Sukarno Putra dipilih karena memiliki kekuatan naratif yang kuat dalam merekam potret kehidupan remaja dan dinamika sosial era 1980-an. Karya-karya tersebut tidak hanya menampilkan romantisme, tetapi juga memuat semangat kebebasan, kegelisahan, serta ekspresi anak muda pada masanya.

“Lagu-lagu Guruh itu bukan sekadar lagu cinta. Di dalamnya ada cerita tentang pergaulan, mimpi, hingga kegelisahan remaja di zamannya. Materi itulah yang kami jadikan pijakan untuk mengembangkan konflik dan kejutan dalam musikal ini,” jelasnya.

Sejumlah lagu ikonik seperti “Galih dan Ratna”, “Puspa Indah”, dan “Gita Cinta” menjadi benang merah emosi cerita. Sementara gambaran kehidupan remaja era 1980-an dihadirkan melalui lagu “Keranjingan Disko”, “Anak Jalanan”, dan “Jenuh”.

Musikal ini diproduksi oleh Kinarya GSP bekerja sama dengan Sthana Pentas 6 dan dijadwalkan tampil dua kali, yakni pukul 15.30 WIB dan 19.30 WIB. Sejumlah aktor lintas generasi turut dilibatkan untuk memperkuat kualitas pertunjukan.

Produser Yessi Haryanda menyebut tingginya minat masyarakat terhadap seni pertunjukan, khususnya drama musikal, menjadi latar belakang utama produksi karya ini. Ia berharap “Bukan Cinta Galih/Ratna” dapat menjadi jembatan antargenerasi melalui perpaduan romantisme klasik dan humor kontemporer.

“Awalnya kami ingin mengangkat kisah remaja era 1980-an. Lagu-lagu Guruh Sukarno Putra dipilih karena sangat merepresentasikan suasana masa itu, namun kami kemas ulang dengan cerita berbeda yang penuh kejutan agar relevan dengan penonton masa kini,” kata Yessi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *