Bogor, Centang Satu.Com – Setiap Minggu pagi, suasana Kampung Pasir angin, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, tampak berbeda. Sejak pukul 08.00 WIB, anak-anak berbondong-bondong menuju Kompleks Edukasi Putra Bangsa. Di sana, mereka menemukan ruang belajar sekaligus ruang bermain yang memadukan ilmu, seni, dan kebersamaan.
Belajar Matematika di Saung Bambu
Seperti pada Minggu (18/1/2026), Saung Bambu Saidun Hamdanah menjadi tempat anak-anak belajar matematika dasar. Ahmad Mulyadi, atau akrab disapa Pak Mul, dengan penuh semangat mengajarkan angka dan rumus melalui cara yang menyenangkan. Relawan literasi yang sehari-hari bekerja di bagian Research and Development PT Sari Enesis Indah ini mengaku senang bisa berbagi ilmu.
“Karena ingin mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjadikannya sebagai amal jariyah dari ilmu yang bermanfaat,” ujar ayah tiga anak lulusan Universitas Djuanda tersebut.
Aktivitas Rutin yang Beragam
Kompleks Edukasi Putra Bangsa bukan hanya tentang matematika. Setiap Minggu, anak anak bisa mengikuti kursus bahasa Inggris, kursus komputer, hingga membaca dan meminjam buku di dua taman baca: Putra Bangsa di Kampung Pancasan Rancamaya yang dikelola Siti Pitriani, serta Nyala Aksara di Kampung Pasirangin yang dikelola Isti Euryanti. Koleksi buku yang tersedia beragam, mulai dari komik, novel remaja, cerita anak, hingga buku motivasi.
Selain belajar, kegiatan olahraga bersama, aksi bersih kampung, latihan melukis, teater, hingga rencana pengembangan pencak silat turut mewarnai aktivitas di kompleks ini.
Nuansa Religi dan Sosial
Pada bulan Ramadan, anak-anak mengikuti program Ramadan Ceria yang berisi mengaji, diskusi, dongeng Islami, hingga santunan bagi yatim dan dhuafa. Sementara di bulan Dzulhijjah, kompleks ini rutin melaksanakan pemotongan dan distribusi hewan kurban bagi warga kampung.
Pendidikan dan Kebudayaan
Kompleks Edukasi Putra Bangsa juga menaungi PAUD dan TK Plus Putra Bangsa, workshop kerajinan tangan, pengajian pemuda, serta diskusi kebudayaan Sawala Dasa Wacana yang digelar setiap tanggal 10. Semua kegiatan ini berada di bawah binaan Yayasan Daya Putra Bangsa, yang berkomitmen memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat di bidang agama, pendidikan, seni budaya, dan kesejahteraan sosial.
Visi Mencerdaskan Bangsa
Pembina yayasan, Heri Mardi Purwanto atau Heri Cokro, menegaskan bahwa keberadaan yayasan harus nyata di tengah masyarakat.
“Daya Putra Bangsa harus hadir sebagai bagian dari bangsa untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain pendidikan nonformal, kami juga berniat membangun sekolah formal yang inklusif, toleran, dan produktif,” ujarnya.
Sekolah tersebut dirancang berwawasan nilai keislaman, keilmuan, dan amal sosial, berpijak pada kearifan lokal, serta bernuansa keindonesiaan. Harapannya, lahir generasi yang beriman, berilmu, berbudaya, serta memiliki kesadaran sosial dan lingkungan.


















