Scroll untuk baca artikel
Metropolitan

Wagub Rano Karno Resmikan Digital Lounge JakHabitat, Perkuat Akses Informasi Perumahan Warga

224
×

Wagub Rano Karno Resmikan Digital Lounge JakHabitat, Perkuat Akses Informasi Perumahan Warga

Sebarkan artikel ini

Jakarta,CentangSatu.com — Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menghadiri peluncuran Digital Lounge JakHabitat di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Jakarta Selatan, Senin (26/1). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas layanan informasi dan edukasi publik di bidang perumahan melalui pendekatan digital yang kolaboratif dan adaptif.

Dalam sambutannya, Wagub Rano menegaskan bahwa transformasi Jakarta sebagai kota global tidak semata diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan memperluas akses masyarakat terhadap informasi layanan dasar, termasuk perumahan dan permukiman. Pemprov DKI Jakarta, kata dia, terus mendorong penyediaan hunian yang layak huni dan terjangkau, salah satunya melalui pengembangan hunian vertikal dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Namun, sebesar apa pun program perumahan yang disiapkan pemerintah tidak akan optimal manfaatnya apabila informasinya belum tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Digital Lounge JakHabitat dihadirkan untuk menjawab tantangan tersebut,” ujar Rano Karno.

Digital Lounge JakHabitat merupakan revitalisasi dari Galeri Huni JakHabitat yang pertama kali dikembangkan sebagai pusat informasi dan edukasi perumahan. Perubahan penamaan dilakukan agar lebih komunikatif dan relevan dengan karakter masyarakat perkotaan yang semakin akrab dengan layanan digital.

“Kami melakukan perubahan penamaan menjadi Digital Lounge JakHabitat agar lebih familier dan mudah diterima masyarakat. Harapannya, fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mewujudkan hunian yang layak, terjangkau, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Jakarta,” jelasnya.

Mengusung konsep ruang terbuka yang terintegrasi dengan area kedai kopi, Digital Lounge JakHabitat dirancang sebagai ruang publik yang santai dan interaktif. Di tempat ini, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi terkait jenis hunian, skema pembiayaan, hingga mekanisme program perumahan di DKI Jakarta secara lebih mudah dan menyenangkan.

Wagub Rano berharap fasilitas ini dapat menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan nyata warga. Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut tidak hanya sebagai ruang bersantai, tetapi juga sebagai pusat informasi perumahan yang komprehensif.

“Saya mengajak warga Jakarta memanfaatkan layanan digital ini sebaik-baiknya, mulai dari mencari informasi jenis hunian, skema pembiayaan, hingga mekanisme akses program perumahan yang tersedia,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Provinsi DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, menjelaskan bahwa Galeri Huni JakHabitat pertama kali dibangun pada 2022 sebagai sarana promosi dan informasi Program Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) melalui penyajian contoh hunian terjangkau.

Menurut Kelik, Digital Lounge JakHabitat kini tidak hanya berfokus pada FPPR, tetapi juga memuat informasi berbagai program perumahan lainnya milik Pemprov DKI Jakarta. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh gambaran yang lebih luas dan mudah dipahami terkait pilihan hunian yang tersedia.

“Digital Lounge JakHabitat tidak hanya mempromosikan FPPR, tetapi juga berbagai program perumahan lainnya, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi secara lebih komprehensif,” ujarnya.

Pengembangan fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas PRKP Provinsi DKI Jakarta dengan PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), yang meliputi perencanaan konsep, renovasi, hingga pengelolaan. Kelik menegaskan, kerja sama tersebut tidak menggunakan anggaran dari Pemprov DKI Jakarta.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan informasi publik, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, mendorong aktivitas ekonomi kreatif, serta menciptakan ruang interaksi dan pembelajaran antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *