Jakarta,CentangSatu.com— Film anak berjudul Teman Tegar: Maira Whisper from Papua garapan sutradara Anggi Frisca dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 Februari 2026. Film ini mengusung perpaduan musikal dan petualangan dengan latar alam Papua, sekaligus membawa pesan pelestarian lingkungan dan penghormatan terhadap budaya lokal.
Anggi Frisca mengatakan, film tersebut dihadirkan bukan sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai gerakan edukatif dan sosial yang menanamkan kepedulian terhadap alam sejak usia dini. Melalui cerita persahabatan dua anak dari latar belakang berbeda, film ini mengajak penonton memahami keterikatan manusia dengan lingkungan.
“Film Teman Tegar: Maira diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa manusia sejatinya sangat bergantung pada alam. Yang menyelamatkan kita di saat bencana itu bukan uang, tetapi pohon-pohon besar yang seharusnya kita jaga bersama,” ujar Anggi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (27/1).
Film ini mengikuti kisah Tegar yang bertemu Maira, gadis 12 tahun asal Papua. Pertemuan keduanya menjadi awal perjalanan yang mengubah hidup, sekaligus menampilkan keberanian anak-anak dan perjuangan masyarakat adat dalam menjaga hutan sebagai sumber kehidupan.
Diproduksi oleh Aksa Bumi Langit, Teman Tegar: Maira Whisper from Papua mengambil lokasi syuting langsung di kawasan pedalaman Papua. Seluruh proses produksi dilakukan dengan pendekatan kolaboratif bersama masyarakat adat, kepala suku, serta seniman lokal.

Anggi menuturkan, keterlibatan masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam menjaga keaslian cerita dan nilai budaya yang diangkat. Lanskap alam Papua pun tidak sekadar menjadi latar, tetapi hadir sebagai elemen naratif yang menyatu dengan dongeng dan musik.
Film ini dibintangi oleh M Aldifi Tegarajasa, Elisabet Sisauta, dan Joanita Chatarine. Joanita, penyanyi dan aktris asal Papua, memerankan tokoh utama Maira sekaligus memimpin pengembangan musik film. Bersama musisi lokal dan nasional, ia menciptakan komposisi orisinal yang memadukan ritme tradisional Papua dengan orkestrasi sinematik.
“Banyak anak di Papua yang mungkin tidak bisa membaca, tetapi mereka tidak buta nada. Musik menjadi bahasa universal yang menjembatani cerita, alam, dan emosi,” kata Anggi.
Melalui pendekatan musikal dan petualangan, Teman Tegar: Maira Whisper from Papua diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk mencintai alam, menghargai keberagaman budaya, serta memahami pentingnya menjaga hutan bagi keberlangsungan hidup.


















