Scroll untuk baca artikel
HiburanFilm

Millo Taslim Belajar dan Bermain di Film Netflix Surat Untuk Masa Mudaku

139
×

Millo Taslim Belajar dan Bermain di Film Netflix Surat Untuk Masa Mudaku

Sebarkan artikel ini

Jakarta,CentangSatu.com -| Aktor pendatang baru Millo Taslim (16) terlibat dalam film Surat Untuk Masa Mudaku (A Letter To My Youth) yang dijadwalkan tayang di Netflix mulai 29 Januari 2026. Dalam proyek ini, Millo bermain bersama deretan talenta cilik yang menjadi poros cerita film tersebut.

Keponakan aktor Joe Taslim yang memiliki nama lengkap Theo Camillo Taslim itu mengaku menjadikan film ini sebagai ruang belajar sekaligus tempat bermain yang menyenangkan.

“Pastinya karena semangat talenta muda yang enggak pernah ada habisnya,” ujar Millo saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Dalam film, Millo memerankan karakter Kefas di masa muda. Sementara versi dewasa tokoh tersebut diperankan oleh aktor film dan sinetron Fendy Chow.

Film yang ditulis dan disutradarai langsung oleh Sim F ini mempertemukan Millo dalam satu bingkai cerita dengan sejumlah aktor cilik, antara lain Halim Latuconsina (Boni), Cleo Haura (Joy), Aqila Faherby (Sabrina), Diandra Salsabila Lubis, serta Jordan Omar.

Surat Untuk Masa Mudaku berangkat dari pengalaman personal Sim F yang pernah tinggal di panti asuhan sejak usia 12 tahun. Saat menempuh pendidikan di sekolah menengah kejuruan dengan jurusan bangunan, Sim F sempat membayangkan hidupnya akan berakhir sebagai juru gambar atau mandor kontraktor.

Namun ketekunan membawanya menempuh jalur yang tak terduga. Ia meraih beasiswa di Fakultas Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB), yang kemudian mengantarkannya ke dunia seni dan perfilman.

Debut penyutradaraannya dimulai lewat segmen “Kotak Coklat” dalam film omnibus Sanubari Jakarta (2012) yang diputar secara terbatas. Setelah menggarap Susi Susanti: Love All (2019), Surat Untuk Masa Mudaku menjadi film panjang berikutnya yang disutradarai Sim F.

Film ini mengusung pesan moral tentang persahabatan, proses berdamai dengan masa lalu, serta pentingnya menghargai waktu yang telah berlalu. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi penonton untuk tetap tegar menghadapi ketidakpastian hidup, sekaligus berani memeluk diri sendiri di setiap fase perjalanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *