Scroll untuk baca artikel
Nasional

PT PLN (Persero) melalui PLN Mobile memanfaatkan ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 sebagai sarana memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

76
×

PT PLN (Persero) melalui PLN Mobile memanfaatkan ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 sebagai sarana memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Sebarkan artikel ini

PT PLN (Persero) melalui PLN Mobile memanfaatkan ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 sebagai sarana memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Jakarta/Dalam pameran ini, PLN Mobile menghadirkan berbagai layanan terintegrasi mulai dari diskon tambah daya hingga solusi home charging bagi pemilik mobil listrik.

Vice President PLN Mobile PLN XM Plus, Muhammad Rian Agung, mengatakan kehadiran PLN Mobile di IIMS 2026 bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik.

“Di IIMS 2026 ini kami menghadirkan produk Power Up Event, yaitu program diskon tambah daya hampir 50 persen hingga kapasitas 7.700 VA, khusus bagi pengunjung booth PLN Mobile,” ujar Rian.

Selain itu, PLN Mobile juga memberikan insentif bagi konsumen yang membeli kendaraan listrik. Setiap pembeli akan mendapatkan EV Point senilai Rp50.000 yang dapat digunakan melalui aplikasi PLN Mobile.

Tak hanya soal daya, PLN Mobile juga menawarkan layanan home charging service atau pemasangan charger di rumah. Menurut Rian, layanan ini penting karena tidak semua pembeli mobil listrik langsung mendapatkan fasilitas pengisian daya di rumah saat membeli kendaraan.

“Kami siapkan layanan home charging lengkap, mulai dari perangkat charger, instalasi, hingga sertifikasi. Untuk pemasangan baru, ada diskon biaya pasang sebesar 50 persen, plus diskon tarif listrik 30 persen untuk pengisian di atas jam 22.00,” jelasnya.

Rian menyebut estimasi biaya pemasangan home charging berkisar Rp10 juta hingga Rp15 juta, sudah termasuk charger, penyambungan, instalasi, hingga Sertifikat Laik Operasi (SLO). Sementara harga unit charger bervariasi tergantung merek, mulai dari Rp15 juta hingga Rp20 juta.

“Memang beda-beda mereknya, karena kami bekerja sama dengan beberapa penyedia. Tapi secara kapasitas relatif sama, umumnya 7 kW. Yang penting, semuanya tersedia dalam satu aplikasi, one stop solution di PLN Mobile,” katanya.

Untuk aspek keamanan, instalasi home charging disarankan menggunakan jalur listrik terpisah dari instalasi rumah. Hal ini bertujuan mencegah risiko kelebihan beban.

“Karena itu kami menawarkan produk pasang baru. Jadi instalasinya terpisah dari rumah, lebih aman dan lebih stabil untuk pengisian kendaraan listrik,” ucap Rian.

Dari sisi infrastruktur publik, Rian mengungkapkan saat ini PLN telah mengoperasikan sekitar 4.700 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh Indonesia. Ke depan, jumlah tersebut akan terus bertambah.

“Tahun ini kami rencanakan penambahan sekitar 800 SPKLU lagi, dengan fokus terbesar di wilayah Jawa dan Bali,” ungkapnya.

Untuk mengakses layanan home charging maupun berbagai promo di IIMS 2026, masyarakat cukup mengunduh aplikasi PLN Mobile. Prosesnya dilakukan dengan memasukkan kode EVIN atau Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari dealer mobil listrik.

“Semua layanan masih terpusat di aplikasi PLN Mobile. Mulai dari pengajuan, pembayaran, sampai monitoring instalasi bisa dilakukan secara digital,” pungkas Rian.

Dengan berbagai program tersebut, PLN Mobile berharap dapat mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pengalaman pengisian daya yang aman, mudah, dan terjangkau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *