Scroll untuk baca artikel
Sport

Comeback Sang Dirigen! Diego Aslan Kembali, Mavericks FC Siap Mengamuk di Liga Jakarta U-17

144
×

Comeback Sang Dirigen! Diego Aslan Kembali, Mavericks FC Siap Mengamuk di Liga Jakarta U-17

Sebarkan artikel ini

Cedera hampir enam bulan tak mampu memadamkan cahaya Diego Aslan.

Jakarta,CentangSatu.com— Gelandang serang Mavericks FC kelahiran 18 November 2010 itu kini kembali berdiri di garis start, siap menggebrak Liga Jakarta U-17. Berkaki kiri, bermental baja, dan penuh visi, Diego datang bukan sekadar untuk bermain ia datang untuk memimpin.

Di usia 15 tahun, Diego sudah menjelma sebagai playmaker modern. Ia piawai mengatur tempo, tajam membaca ruang, dan mematikan lewat bola mati maupun tembakan jarak jauh. Musim Askot 2025 KU 2010 menjadi panggung pembuktian: 7 gol dari luar kotak penalti dan set piece ia sumbangkan. Setahun sebelumnya di KU 2009, koleksinya bahkan mencapai 8 gol.

Statistik itu bukan kebetulan. Diego tumbuh bersama Mavericks sejak usia 6,5 tahun. Dari Tiger Cup U8 (2018), empat besar Indonesia Junior League, semifinal Bangkok International Cup, hingga masuk jajaran 10 talenta Super10 RTV grafik kariernya menanjak konsisten.

Nama Diego bahkan pernah menggema secara nasional pada 2020 lewat rekor juggling Kemenpora. Meski ajang itu diperuntukkan usia 12–16 tahun, Diego yang belum genap 10 tahun tampil sebagai juara dengan durasi fantastis 1 jam 30 menit, meninggalkan pesaing terdekat yang hanya 36 menit.

Deretan prestasi terus bertambah: top skor tim IJSL 2021 (15 gol), kapten DKI Jakarta U12 juara Kejurnas APSSI 2022, 8 besar Singa Cup Singapura, runner-up Garuda Cup International, hingga musim emas 2024 dengan titel ASC Cup, top skor, MVP Liga TopSkor U15, dan sederet podium lainnya.

Lalu datang ujian terberat.

Akhir 2024, Diego harus menepi akibat cedera Osgood Schlatter yang bahkan sempat menyebabkan retakan tulang kering. Hampir enam bulan ia meninggalkan lapangan periode sunyi bagi pemain yang terbiasa hidup dari sentuhan bola.

Namun 2025 menjadi babak kebangkitan.

Manager Mavericks FC, Syafri, menyebut kembalinya Diego sebagai titik balik tim.

“Setelah hampir enam bulan cedera, Diego kembali dengan kondisi sekitar 90 persen. Dia langsung membantu tim U15 meraih juara tiga Askot. Kehadirannya membuat kami bisa kembali memakai formasi terbaik,” ujar Syafri.

Kini Diego kembali memimpin skuad gabungan kelahiran 2009–2010 yang sudah bersama sejak 2019 dijuluki kuda emas di internal akademi. Target berikutnya jelas: tampil kompetitif di Liga Jakarta U-17.

Bagi Mavericks, Diego bukan sekadar pemain inti. Ia adalah ikon klub. Simbol proses panjang pembinaan. Representasi talenta Jakarta yang tumbuh lewat kerja keras, bukan instan.

Dengan kaki kiri mematikan, visi bermain matang, mental juara, serta jam terbang nasional dan internasional sejak usia dini, Diego Aslan kini diproyeksikan sebagai salah satu gelandang muda paling menjanjikan di ibu kota.

Liga Jakarta U-17 sudah di depan dan Diego Aslan siap menggebrak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *