Jakarta,CentangSatu.com— Panitia Liga Jakarta U-17 musim 2026 menetapkan 16 klub dan sekolah sepak bola (SSB) sebagai peserta kompetisi yang dijadwalkan mulai bergulir pada April mendatang. Penetapan dilakukan setelah proses verifikasi administrasi tahap awal rampung pada Minggu, 8 Februari 2026.
Sekretaris Panitia Liga Jakarta U-17, Wempi Fauzi, mengatakan kompetisi ini diposisikan sebagai bagian dari sistem pembinaan pemain usia muda di Jakarta, bukan semata ajang perebutan prestasi.
“Liga ini kami rancang sebagai ruang belajar. Anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus pembentukan karakter,” kata Wempi, Minggu.
Adapun klub dan SSB yang dinyatakan lolos verifikasi awal meliputi Bintang Ragunan, Putera Nusantara, Bina Mutiara, BTC, Nawasena, Toyo Haryono, Farama FC, Pemuda Jaya, Tunas Betawi, Mavericks, Bina Taruna, Batavia FC, PSF, Putra Sejati, Diklat ISA, serta Satria Sanggeni FA.
Menurut panitia, komposisi peserta mencerminkan beragam model pembinaan yang berkembang di Jakarta mulai dari akademi yang telah mapan hingga SSB yang masih bertumbuh. Kompetisi ini juga diharapkan menjadi sarana evaluasi kualitas latihan di masing-masing klub.
Liga Jakarta U-17 akan dibagi ke dalam dua grup wilayah, Timur dan Barat, melalui mekanisme undian. Format tersebut dipilih untuk menekan biaya operasional sekaligus menjaga intensitas pertandingan tetap kompetitif.
Wempi menambahkan, panitia masih akan melakukan verifikasi lanjutan, termasuk pengecekan data pemain dan sesi foto resmi. Tahapan ini dinilai penting untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi usia dan administrasi.
Ke depan, panitia membuka peluang penambahan peserta pada musim berikutnya. Namun, syarat kesiapan pelatih, manajemen klub, serta sistem pembinaan menjadi pertimbangan utama.
“Target kami bukan sekadar menambah jumlah tim, tapi memastikan setiap peserta punya standar pembinaan yang jelas,” ujar Wempi.
Liga Jakarta U-17 diproyeksikan menjadi salah satu mata rantai pembinaan berjenjang menuju kompetisi tingkat nasional. Di tengah minimnya jam tanding bagi pemain muda, liga regional semacam ini dipandang krusial untuk menjaga kesinambungan regenerasi pesepak bola Jakarta.


















