Scroll untuk baca artikel
Umum

Pasar Baru Disiapkan Jadi Ikon Wisata Urban Berbasis Sejarah dan Kreativitas Anak Muda

93
×

Pasar Baru Disiapkan Jadi Ikon Wisata Urban Berbasis Sejarah dan Kreativitas Anak Muda

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Centang Satu.Com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama sejumlah komunitas dan pelaku kreatif mulai mematangkan konsep revitalisasi kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Kawasan legendaris ini dirancang bukan sekadar diperbarui secara fisik, tetapi juga dihidupkan kembali sebagai destinasi wisata yang memadukan nilai sejarah, keberagaman budaya, serta sentuhan kekinian.

Gagasan tersebut mengemuka dalam acara Kick Off Revitalisasi Pasar Baru yang dikemas dalam mini talkshow bertajuk “Kick Off Wajah Baru Passer Baroe”, di Ruang Galeri 2 Antara Heritage Center (AHC), Jakarta.

Revitalisasi Pasar Baru diharapkan tetap menjaga keaslian bangunan cagar budaya yang menjadi saksi sejarah Jakarta, sembari menghadirkan elemen modern seperti ruang kreatif, spot instagramable, kafe, serta tenant UMKM yang mampu menggerakkan roda ekonomi.

Acara kolaboratif antara Antara Heritage Center, Komunitas Wisata Kreatif Jakarta, unsur media, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini diikuti sekitar 80 peserta, yang mayoritas berasal dari kalangan generasi muda.

Sebelum mengikuti diskusi, peserta disuguhi hiburan musik gitar akustik dan tarian Betawi. Mereka juga diajak berkeliling kompleks AHC untuk melihat koleksi mesin tik, sepeda, mesin telex, mesin cetak, serta pameran foto jurnalistik karya pewarta ANTARA.

Pameran foto yang ditampilkan saat ini didominasi karya bertema human interest dari lokasi bencana banjir bandang di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Perjalanan dilanjutkan ke Taman Langit dengan latar jam tua buatan 1917, serta ruang kerja Adam Malik, salah satu pendiri Kantor Berita ANTARA yang kemudian menjadi Wakil Presiden RI.

Diskusi berlangsung interaktif dengan menghadirkan Sofie Prameswari dari AHC, Founder Wisata Kreatif Jakarta Ira Lathief, serta model internasional Mike Octavian yang juga mewakili suara Gen Z.

Program Director acara, Toton Hutomi, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap rencana Pemprov DKI Jakarta untuk merevitalisasi kawasan Cagar Budaya Pasar Baru.

“Jika dikelola dengan tepat, Pasar Baru bisa kembali hidup dan bahkan seviral kawasan Blok M,” ujarnya, Sabtu (7/2).

Senada, Ira Lathief menilai Pasar Baru berpotensi menjadi ikon belanja dan kuliner seperti Blok M atau bahkan kawasan Myeongdong di Seoul. Namun, menurutnya, Pasar Baru perlu mengubah citra dari kawasan yang sepi menjadi ruang publik yang hidup, kreatif, dan menarik bagi generasi muda.

Ia menyarankan hadirnya tenant baru, kafe viral, pertunjukan jalanan, hingga konsep fashion street ala Citayam Fashion Week sebagai daya tarik wisata.

Selain itu, Pasar Baru juga dikenal sebagai kawasan multikultural yang telah ratusan tahun menjadi tempat hidup berdampingannya berbagai etnis dan budaya, mulai dari pribumi, Eropa, India, Tionghoa, hingga Arab.

Dalam paparannya, Sofie Prameswari menjelaskan bahwa Gedung ANTARA merupakan bangunan bersejarah yang dulunya digunakan oleh kantor berita Belanda Aneta dan Jepang Domei. Dari tempat inilah Proklamasi Kemerdekaan RI pertama kali disiarkan ke dunia.

Kompleks AHC yang terdiri dari Griya Aneta dan Graha ANTARA kini telah direvitalisasi tanpa menghilangkan nilai historisnya. Berbagai fasilitas seperti museum, galeri, ruang rapat, hingga taman terbuka kini dapat dimanfaatkan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menargetkan revitalisasi Pasar Baru mulai dilakukan pada 2026. Menurutnya, Pasar Baru bukan sekadar pusat perdagangan, tetapi juga ikon sejarah yang harus dikembangkan sebagai kawasan terpadu bersama Lapangan Banteng, Gedung Kesenian Jakarta, dan Kantor Pos Besar.

Pemprov DKI Jakarta juga akan menggandeng sektor perhotelan untuk membuat paket wisata terpadu, serta merancang kawasan bebas kendaraan di malam hari dengan konsep street food seperti di Penang, Malaysia.

Dengan konsep tersebut, Pasar Baru diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas warga dan wisatawan, sekaligus simbol perpaduan sejarah, budaya, dan kreativitas Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *