Scroll untuk baca artikel
Umum

Diduga Tercemar Air, Penjualan Pertalite di SPBU Cibunar Dihentikan Sementara

18
×

Diduga Tercemar Air, Penjualan Pertalite di SPBU Cibunar Dihentikan Sementara

Sebarkan artikel ini

Bogor, Centang Satu.Com – Kasus dugaan tercampurnya air dalam bahan bakar jenis pertalite di SPBU Desa Cibunar, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, memicu keresahan warga. Sejumlah kendaraan dilaporkan mogok dan mengalami kerusakan mesin setelah mengisi BBM di lokasi tersebut.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Kapolsek Parungpanjang Polres Bogor, Kompol Muhamad Taufik, mendatangi SPBU untuk melakukan pengecekan langsung. Ia mengatakan, sejak malam sebelumnya petugas sudah melakukan pemeriksaan awal, dan pada hari berikutnya dilakukan pengecekan lanjutan bersama tim ahli.

“Petugas sudah turun sejak semalam, dan hari ini saya datang untuk memastikan hasil pemeriksaan lebih detail,” kata Kompol Taufik, Sabtu (14/2/2026).

Dari hasil pengecekan sementara, ditemukan adanya campuran air di dalam tangki penampungan pertalite. Menyikapi temuan tersebut, pihak kepolisian meminta agar penjualan dan distribusi pertalite di SPBU itu dihentikan sementara hingga proses investigasi tuntas.

“Di dalam tangki masih ada sekitar 16 ribu liter pertalite. Untuk sementara kami minta penyalurannya dihentikan sampai pemeriksaan selesai,” jelasnya.

Kapolsek juga menyampaikan bahwa pihak pengelola SPBU telah menyatakan kesediaan untuk mengganti bahan bakar dan menanggung biaya perbaikan kendaraan warga yang terdampak.

Namun, terkait penyebab masuknya air ke dalam pertalite, kepolisian belum dapat memastikan dan masih menunggu hasil analisis lanjutan dari tim ahli.

Kompol Taufik mengimbau agar pengelola SPBU meningkatkan pengawasan serta lebih disiplin dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) demi mencegah kejadian serupa terulang.

Saat ini, aparat kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan sebagai dasar penentuan langkah hukum dan penanganan selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *