Jakarta,CentangSatu.com— PT Produksi Film Negara (Persero) (PFN) mengumumkan rencana pendirian bioskop milik negara pertama di Indonesia. Bioskop yang diberi nama Sinewara itu disiapkan sebagai proyek percontohan untuk memperluas akses masyarakat terhadap film nasional sekaligus memperkuat ekosistem industri perfilman Tanah Air.
Direktur Utama PFN Riefian Fajarsyah menyampaikan, inisiatif tersebut dilatarbelakangi masih timpangnya distribusi layar bioskop di Indonesia dibandingkan dengan jumlah penduduk yang besar.
“Alhamdulillah, ke depan insyaallah PFN akan mendirikan bioskop negara pertama yang bernama Sinewara,” ujar Ifan saat rapat bersama Komisi VII DPR RI, 2 Februari 2026, sebagaimana dikutip dari kanal TVR Parlemen.
Bioskop Sinewara direncanakan dibangun di kawasan kantor PFN di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai strategis dan mudah diakses publik. Meski belum menetapkan waktu pembangunan, PFN menargetkan Sinewara menjadi pemicu lahirnya bioskop negara di daerah lain.
Ifan menjelaskan, model pengembangan bioskop ini membuka peluang bagi pemerintah daerah maupun pihak swasta untuk bergabung sebagai pemegang saham.
“Ini sebagai pilot project. Harapannya bisa menjadi stimulan dan trigger bagi daerah lain untuk ikut mengembangkan bisnis bioskop negara,” katanya.
Menurut PFN, jumlah layar bioskop di Indonesia saat ini masih sekitar 2.400 layar yang tersebar di sekitar 500-an lokasi. Sebagian besar berada di Pulau Jawa, sementara wilayah lain seperti Sumatera dan Kalimantan masih sangat terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan tidak semua masyarakat memiliki akses yang sama terhadap tontonan film, termasuk karya anak bangsa.
PFN menilai, keberadaan bioskop negara tidak hanya bertujuan menambah jumlah layar, tetapi juga membuka ruang pemutaran bagi film-film nasional, termasuk karya independen dan film daerah yang kerap kesulitan menembus jaringan bioskop komersial.
Selain memperkuat distribusi film, proyek ini diharapkan memberi dampak ekonomi bagi daerah melalui tumbuhnya sektor pendukung seperti kuliner, transportasi, dan pariwisata.
PFN mengakui tantangan pendanaan dan persaingan dengan jaringan bioskop swasta menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Namun, perusahaan optimistis dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan akan membantu mewujudkan jaringan bioskop negara yang berkelanjutan.
Melalui Sinewara, PFN berharap dapat mendorong pertumbuhan industri film nasional sekaligus meningkatkan apresiasi publik terhadap karya perfilman Indonesia.


















