Jakarta,CentangSatu.com-| Lukisan karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertajuk Kuat dan Energik Laksana Kuda Api terjual Rp 6,5 miliar dalam lelang yang digelar Partai Demokrat pada perayaan Tahun Baru Imlek di Djakarta Theater, Rabu (18/2) malam. Seluruh hasil lelang akan disalurkan untuk membantu masyarakat prasejahtera dan korban bencana di berbagai daerah.
Lukisan tersebut menampilkan seekor kuda berwarna biru yang berlari dengan surai menyerupai kobaran api oranye. SBY menjelaskan, Kuda Api melambangkan tekad, energi, dan kekuatan untuk mencapai tujuan. Sementara dominasi warna biru merepresentasikan perdamaian dan keteduhan.
โOleh karena itu, saya letakkan kuda api di lingkungan yang teduh, yang damai. Biru melambangkan perdamaian,โ ujar SBY, yang juga menjabat Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.
Ia menambahkan, semangat Kuda Api adalah determinasi yang bergerak dalam suasana kehidupan yang harmonis. Filosofi itu, menurut dia, sejalan dengan perjalanan Demokrat yang sejak awal berkomitmen menempuh jalan perjuangan yang lurus dan berpegang pada nilai-nilai yang diyakini.
Proses lelang dipimpin Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan dengan harga pembukaan Rp 200 juta. Sejumlah tokoh turut meramaikan penawaran, termasuk Deddy Corbuzier yang langsung mengajukan Rp 1 miliar. Persaingan mengerucut pada dua nama, yakni pengusaha Hermanto Tanoko dan keluarga Datoโ Low.
Lukisan tersebut akhirnya dimenangkan pendiri Bayan Resources, Low Tuck Kwong, dengan nilai Rp 6,5 miliar.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, dana hasil lelang tidak hanya diperuntukkan bagi komunitas tertentu, tetapi untuk seluruh masyarakat yang membutuhkan. โIndonesia itu milik semua,โ ujarnya.
Menurut AHY, dana tersebut akan difokuskan untuk membantu warga terdampak bencana alam serta masyarakat prasejahtera dari Aceh hingga Papua. Ia juga menyebut, ini bukan kali pertama SBY melelang karya lukisnya untuk tujuan kemanusiaan. Dalam berbagai momentum bencana sebelumnya, langkah serupa telah dilakukan dan seluruh hasilnya disalurkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bagi Demokrat, malam itu bukan sekadar perayaan Imlek, melainkan momentum solidaritas yang menjembatani seni, politik, dan kepedulian sosial dalam satu panggung kebangsaan.


















