Scroll untuk baca artikel
Hiburan

Nisa Farella dan “Legowo”: Ketika Dangdut Tak Lagi Berteriak, Tapi Berbisik

17
×

Nisa Farella dan “Legowo”: Ketika Dangdut Tak Lagi Berteriak, Tapi Berbisik

Sebarkan artikel ini

Jakarta,CentangSatu.com— Di tengah industri dangdut yang kerap riuh dengan gendang menghentak dan lirik patah hati yang meledak-ledak, Nisa Farella memilih jalan sunyi. Ia tidak kembali dengan gebrakan sensasional. Ia datang dengan satu kata: legowo.

Single terbarunya, “Legowo”, terasa seperti percakapan pelan di tengah malam. Bukan tentang siapa yang salah, bukan pula tentang dendam yang dipelihara. Lagu ini berbicara soal menerima sebuah tema yang justru terasa berani di zaman ketika banyak orang lebih nyaman menyalahkan keadaan.

“Lagu ini tidak bicara soal menyalahkan, tapi tentang keikhlasan dan keberanian untuk melangkah ke depan,” ujar Nisa.

Dari Panggung Kompetisi ke Ruang Kontemplasi

Publik mengenal Nisa sejak kemunculannya di ajang Dangdut Academy. Panggung kompetisi itu membentuknya sebagai penyanyi dengan karakter kuat. Ia juga sempat merasakan dinamika industri lewat kolaborasi bersama Ahmad Dhani pengalaman yang tak sedikit memberi warna dalam perjalanan kariernya.

Namun “Legowo” menunjukkan sesuatu yang berbeda. Ini bukan Nisa yang ingin membuktikan diri. Ini Nisa yang sudah selesai dengan pembuktian.

Lagu ciptaan Yanda Bebeh itu mengalir dengan lirik Jawa yang sederhana, tetapi menancap pelan. Aransemennya tidak memaksa pendengar untuk menangis. Justru sebaliknya ia mengajak untuk bernapas lebih panjang.

Dangdut yang Tumbuh Dewasa

Di “Legowo”, Nisa tidak mengejar nada tinggi atau dramatisasi berlebihan. Vokalnya stabil, lembut, dan terasa intim. Seolah ia tidak sedang tampil di atas panggung besar, melainkan duduk di hadapan pendengar, bercerita tentang luka yang sudah ia terima dengan lapang.

Comeback ini bukan tentang kembali merebut sorotan. Ini tentang pulang pada diri sendiri.

“Legowo” telah dirilis sejak 20 Januari 2026 di kanal YouTube resmi Nisa Farella dan berbagai platform digital.

Dan mungkin, di tengah dunia yang serba cepat dan penuh tuntutan untuk selalu menang, lagu ini hadir sebagai pengingat: tidak semua perpisahan harus dilawan. Ada yang memang harus diterima.

Nisa Farella tidak sekadar kembali. Ia tumbuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *