Scroll untuk baca artikel
Umum

“Kenanglah Aku” Versi SBY: Melankoli Naik Kelas, Patah Hati Jadi Elegan

27
×

“Kenanglah Aku” Versi SBY: Melankoli Naik Kelas, Patah Hati Jadi Elegan

Sebarkan artikel ini

Jakarta,CentangSatu.com-|Mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, kembali bikin publik terpukau. Bukan soal politik, bukan pula pidato kenegaraan kali ini ia hadir lewat denting nada dan balutan emosi.

SBY merilis video cover lagu “Kenanglah Aku” milik band pop NAFF, dan hasilnya? Bikin generasi 2000-an langsung terlempar ke masa-masa galau berjamaah.

Lagu yang dulu jadi anthem patah hati itu kini dibawakan dengan sentuhan lebih dewasa. Aransemen minimalis, tempo yang ditarik lebih dalam, dan vokal yang tak lagi meledak-ledak, melainkan mengalir tenang. SBY tak sekadar menyanyikan ulang, tetapi memberi tafsir baru lebih reflektif, lebih kontemplatif.

Di tangan SBY, “Kenanglah Aku” terasa seperti surat kenangan yang dibacakan dengan suara matang. Ada rasa kehilangan, ada keikhlasan, juga ketenangan yang tak ditemukan dalam versi aslinya. Jika dulu lagu ini identik dengan drama percintaan anak muda, kini nuansanya berubah menjadi elegi yang elegan.

Respons publik pun riuh. Media sosial dipenuhi komentar apresiatif mulai dari yang tersentuh hingga yang tak menyangka mantan kepala negara itu tetap konsisten menjaga jalur musiknya. Bagi sebagian warganet, ini bukan sekadar cover, melainkan bukti bahwa seni bisa menjadi ruang ekspresi lintas profesi.

Sejak tak lagi berada di lingkar kekuasaan, SBY memang semakin produktif berkarya. Musik bukan hal baru baginya, tetapi setiap rilis selalu membawa warna berbeda. Cover “Kenanglah Aku” menjadi penanda bahwa nostalgia bisa dikemas ulang tanpa kehilangan ruhnya.

Dari panggung politik ke panggung musik, SBY membuktikan satu hal: irama tak pernah mengenal masa jabatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *