Bogor, Centang Satu.Com – Pagi itu, udara Kampung Pasirangin masih menyisakan embun ketika satu per satu anak datang dengan wajah sumringah. Di halaman Kompleks Edukasi Putra Bangsa, Kp Pasir Angin Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, puluhan anak duduk bersila, sebagian menggenggam buku kecil, sebagian lagi saling berbisik penuh antusias. Mereka tak sekadar datang untuk berkumpul, tetapi untuk menyambut sesuatu yang istimewa: pembukaan Ramadhan Ceria ke-3 yang digagas oleh Yayasan Daya Putra Bangsa.
Minggu (22/2/2026) itu menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang akan mengisi hari-hari Ramadhan mereka. Mengusung tema “Membangun Jiwa Anak Sholeh yang Mencintai Islam dengan Kegembiraan”, program ini dirancang bukan hanya sebagai agenda seremonial, melainkan ruang tumbuh yang menyenangkan bagi anak-anak kampung.
Di tengah hamparan hijau dan suasana perdesaan yang tenang, Ramadhan Ceria hadir membawa warna. Ada pengajian nilai-nilai keislaman, tadarus Al-Qur’an, lomba seni islami, hingga workshop mendongeng dan kaligrafi. Anak-anak juga akan mengikuti Sawala Dasa Wacana #9 Edisi Ramadhan bertema “Dakwah Islamiyah Meretas Jalan Sinergi Islam, Budaya, dan Seni”, serta menerima santunan bagi yatim dan dhuafa.
Ketua Panitia, Isti Wuryanti, memandang kegiatan ini sebagai ikhtiar sederhana yang berdampak besar. Baginya, Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum membentuk karakter. “Kami ingin menghadirkan bulan puasa yang lebih berwarna, gembira, dan berharga bagi anak-anak. Nilai ibadah harus tumbuh bersama kepedulian sosial,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Ketua Yayasan Daya Putra Bangsa, Willy Kamawijaya. Ia ingin Ramadhan di Pasirangin menjadi kenangan indah yang terus melekat dalam ingatan anak-anak. Ramadhan yang hidup, mencerahkan, sekaligus menggembirakan. Sebab dari kegembiraan itulah nilai akhlaqul karimah ditanamkan dengan lembut.
Sementara itu, Pembina yayasan, Heri Cokro, berdiri di hadapan anak-anak dengan pesan yang membakar semangat. Ia berbicara tentang potensi yang tak terbatas, tentang kecerdasan majemuk yang bisa tumbuh bila dipupuk dengan cara yang tepat. Di Kompleks Edukasi Putra Bangsa, pembinaan dilakukan menyeluruh: menguatkan literasi untuk ranah kognitif, mengasah psikomotorik lewat olahraga dan bela diri, menanamkan nilai afektif melalui pembelajaran keislaman dan kearifan lokal, hingga membekali keterampilan hidup lewat kursus dan workshop.
“Potensi anak tidak terbatas. Semua bentuk pendidikan untuk memunculkan potensi itu harus diupayakan,” tuturnya penuh keyakinan.
Ramadhan Ceria bukan sekadar program tahunan. Ia menjelma ruang aman dan hangat, tempat anak-anak belajar mencintai agama dengan cara yang menyenangkan.
Di Kampung Pasirangin, Ramadhan tak hanya disambut dengan bedug dan azan magrib. Ia hadir melalui langkah-langkah kecil, doa-doa polos, dan mimpi-mimpi besar yang tumbuh di hati anak-anak. Dan dari kompleks sederhana di Kp Pasir Angin itu, harapan tentang generasi yang tangguh secara moral dan intelektual mulai dirajut, satu kegiatan demi satu kegiatan


















