JAKARTA,CentangSatu.com— Industri musik Asia Tenggara kembali mencatatkan capaian penting. Lagu Masing Masing yang dibawakan Ade Govinda dan Ernie Zakri resmi meraih sertifikasi Triple Platinum di Indonesia dan Malaysia. Pencapaian ini terbilang istimewa mengingat lagu tersebut telah dirilis sejak 2024 dan masih menunjukkan performa yang stabil hingga awal 2026.
Tema patah hati yang diusung “Masing Masing” rupanya tak lekang oleh waktu. Alih-alih meredup setelah masa promosi berakhir, lagu ini justru menguat pada tahun kedua peredarannya. Video musik resminya telah ditonton puluhan juta kali, sementara versi liriknya menembus angka lebih dari 100 juta penayangan. Di platform streaming, jumlah pemutarannya mencapai ratusan juta kali sebuah indikator kuat daya tahan lagu di era digital.
Ade Govinda mengaku tak menyangka respons publik begitu besar dan konsisten. Ia menilai kekuatan lagu tersebut terletak pada kedekatan emosional dengan pendengar. “Saya bersyukur lagu ini bisa terus hidup di playlist banyak orang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ernie Zakri. Penyanyi asal Malaysia itu menyebut raihan Triple Platinum di dua negara sebagai pencapaian yang membanggakan, sekaligus bukti bahwa kolaborasi lintas negara memiliki peluang besar di pasar regional.
Keberhasilan “Masing Masing” juga dinilai sebagai contoh efektifnya strategi distribusi digital dalam memperluas jangkauan audiens. Lagu ini tidak hanya populer di Indonesia dan Malaysia, tetapi juga mendapat sambutan di Singapura dan Brunei Darussalam.
Menariknya, duet Ade Govinda dan Ernie Zakri belum akan berhenti. Keduanya dikabarkan kembali menyiapkan proyek kolaborasi baru pada 2026. Jika “Masing Masing” berbicara tentang perpisahan, karya berikutnya disebut akan mengangkat tema cinta dengan nuansa emosional yang berbeda.
Di tengah persaingan ketat industri musik pop, “Masing Masing” membuktikan bahwa kekuatan melodi dan lirik yang relevan masih menjadi fondasi utama. Raihan Triple Platinum di dua negara bukan sekadar angka, melainkan penanda bahwa lagu ini telah menemukan tempatnya di hati pendengar Asia Tenggara.


















