Scroll untuk baca artikel
Nasional

Budaya dan Solidaritas Berpadu, “Rendang untuk Sumatera” Salurkan 17.000 Paket Bantuan

31
×

Budaya dan Solidaritas Berpadu, “Rendang untuk Sumatera” Salurkan 17.000 Paket Bantuan

Sebarkan artikel ini

DEPOK,CentangSatu.com— Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon membuka acara “Ramadhan of Food Performative: Rendang untuk Sumatera” di Universitas Indonesia, Depok, yang digelar di Makara Art Center. Kegiatan ini menjadi kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, Institut Marandang, Direktorat Kebudayaan UI, Dewan Kesenian Jakarta, serta berbagai pihak lainnya untuk membantu warga terdampak bencana di Sumatera melalui distribusi 17.000 paket rendang siap saji.

Acara tersebut memadukan gastronomi dan seni pertunjukan mulai dari musik, pembacaan puisi, hingga pameran etnografi sebagai ekspresi budaya yang dirajut dalam semangat solidaritas Ramadhan.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menyebut pendekatan ini sebagai inovasi kebudayaan yang menyatukan seni dan kepedulian sosial. Menurut dia, gastronomi merupakan salah satu objek pemajuan kebudayaan yang memiliki dimensi identitas sekaligus kesejahteraan.

“Rendang atau randang dalam penyebutan Minang adalah bagian dari kekayaan budaya kita yang luar biasa. Variannya sangat banyak, bahkan di Sumatera Barat saja terdapat puluhan jenis rendang di berbagai kabupaten dan kota. Inilah kekayaan megadiversity Indonesia, termasuk dalam kuliner,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran para pegiat kuliner yang telah mengangkat rendang ke panggung internasional. Promosi kuliner nusantara, kata dia, menjadi bagian dari diplomasi budaya sekaligus pelaksanaan amanat konstitusi untuk memajukan kesejahteraan bangsa di tengah peradaban dunia.

Pemilihan rendang sebagai bantuan pangan dinilai memiliki nilai strategis. Selain berbahan dasar lokal, rendang dikenal memiliki daya tahan lama tanpa bahan pengawet dan dapat langsung dikonsumsi tanpa proses pemanasan tambahan, sehingga relevan untuk kondisi tanggap darurat dan masa rehabilitasi.

“Gotong royong adalah kunci. Kolaborasi lintas institusi seperti ini menunjukkan bahwa dengan semangat kebersamaan, kita dapat menghadirkan solusi nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak musibah,” kata Fadli.

Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi, Hamdi Muluk, menyatakan kegiatan ini merefleksikan falsafah Minangkabau “Tungku Tigo Sajarangan” yang menekankan sinergi dan keseimbangan dalam kepemimpinan serta kehidupan bermasyarakat.

“Kegiatan diplomasi budaya melalui rendang bukan sekadar memperkuat identitas budaya, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana. Ini adalah wujud kontribusi perguruan tinggi dan komunitas budaya bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejalan dengan visi UI “Unggul dan Impactful untuk Indonesia”, peran universitas tidak berhenti pada pendidikan dan riset, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat dan pemajuan kebudayaan.

Dalam kesempatan yang sama, Chef Aidil Usman menyampaikan bahwa gerakan “Rendang untuk Sumatera” menyiapkan 1,5 ton rendang. Untuk mendukung produksi tersebut, panitia menyiapkan 26 wajan, 26 kompor gas, dan 26 tungku yang dijalankan dengan semangat gotong royong dan donasi masyarakat.

Menurut Aidil, rendang bukan sekadar hidangan, melainkan representasi nilai budaya dalam perspektif gastronomi mengandung kesabaran, intensitas kerja, kebersamaan, dan penghargaan.

Acara ini turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, tokoh budayawan Inayah Wahid, pakar kuliner William Wongso, serta sejumlah akademisi dan pejabat Kementerian Kebudayaan.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Kebudayaan menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan tidak hanya dimaknai sebagai pelestarian dan promosi, tetapi juga aksi nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat. Rendang, dalam konteks ini, dihadirkan bukan hanya sebagai warisan rasa, melainkan sebagai medium solidaritas dan diplomasi budaya yang memperkuat kebersamaan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *