Scroll untuk baca artikel
Umum

Seni dan Spirit Ramadhan Menyatu dalam Acara “Puasa dan Puisi” di Bogor

12
×

Seni dan Spirit Ramadhan Menyatu dalam Acara “Puasa dan Puisi” di Bogor

Sebarkan artikel ini

Bogor, Centang Satu.Com – Komunitas Seni Berbagi Indonesia (SEBA) menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dikemas dalam peristiwa budaya bertajuk “Puasa dan Puisi: Saat Kata Menjadi Doa, Saat Bunyi Menjernihkan Hati” pada Jumat (6/3/2026) di Saung Djurasep, Villa Ciomas, Bogor. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi para pegiat seni, budaya, dan masyarakat dalam suasana Ramadhan yang hangat dan penuh makna.

Acara yang berlangsung sejak sore hari tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan seni. Para seniman dan budayawan tampil memeriahkan kegiatan melalui pembacaan sajak doa, pertunjukan musik tradisi Tarawangsa, stand up puisi, tari kontemporer yang dibawakan Hesti Nona Palalangan dengan memadukan gerak buhun dan Page’llu Tua, musikalisasi puisi, monolog, hingga diskusi budaya.

Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi budaya bertema “Peluang Berkarya di Era AI” dengan menghadirkan Kang Sobirien sebagai pemateri. Diskusi tersebut membahas tantangan sekaligus peluang bagi para seniman dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Menjelang waktu berbuka, suasana semakin meriah ketika tokoh tradisional Ki Lengser tampil jenaka membagikan takjil kepada para pengguna jalan di sekitar lokasi kegiatan. Sementara itu, lantunan lagu religi dan salawat yang dibawakan Tohir Kulikulo, Ketua KPJ Merdeka Bogor, dengan iringan alat musik karinding menambah nuansa spiritual dalam kegiatan tersebut.

Momentum kebersamaan juga diwujudkan melalui pemberian santunan kepada sekitar 15 anak yatim di lingkungan Villa Ciomas. Usai berbuka puasa dan melaksanakan salat Magrib berjamaah, acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh para tamu undangan.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari Heri Cokro dari komunitas Jangkar Jiwa yang membacakan puisi berjudul “Berkaca pada Iran”, diiringi musik etnik dari Bojay. Puisi tersebut merefleksikan kondisi krisis geopolitik di Timur Tengah sekaligus mengingatkan pentingnya persatuan dan ketahanan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Selain itu, sejumlah penyair lain seperti Erna Wiyono, Rachmawati Effendi, dan Asep Suryadi juga turut membacakan karya puisinya dengan gaya khas masing-masing. Penampilan mereka semakin hidup dengan iringan musik etnik Tarawangsa dari Layung Jagat serta kolaborasi karinding Kang Bojay yang memberi warna artistik pada rangkaian acara.

Penggagas sekaligus tuan rumah kegiatan, Asep Saepudin yang akrab disapa Asep Djurasep dari komunitas SEBA, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi bagi para pegiat seni, budaya, dan lingkungan.
“Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi antar pegiat seni, budaya, dan lingkungan. Dengan mengangkat puisi di bulan suci Ramadhan, kami ingin menyampaikan suara nurani dalam larik-larik sajak sebagai bentuk kejujuran doa kepada Tuhan dan semesta, agar tercipta kebaikan, keberkahan, dan kedamaian,” ujar Asep.

Melalui kegiatan “Puasa dan Puisi”, SEBA berharap seni dapat menjadi medium refleksi spiritual sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat di tengah dinamika zaman.
Kegiatan ini terlaksana dengan konsep gotong royong lintas komunitas, di antaranya SEBA, Komunitas Pendaki Nafas Tua, Paguyuban Asep Dunia, Jangkar Jiwa, Layung Jagat, Lengser Ambu Bogor, serta Komunitas Page’llu Tua Toraja yang turut hadir meramaikan acara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *