Jakarta,CentangSatu.com – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegaskan dukungannya terhadap kebebasan lembaga penyiaran dan pers dalam menyajikan informasi terkait aksi massa yang tengah berlangsung di sejumlah kota.
“Kami menghormati penuh lembaga penyiaran untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat karena ini menjadi hak asasi yang dilindungi oleh undang-undang,” ujar Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, dalam keterangannya, Jumat (29/8).
Pentingnya Informasi yang Akurat dan Berimbang
Ubaid menekankan bahwa di tengah meluasnya aksi demonstrasi, kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat, berimbang, dan terverifikasi sangatlah penting. Informasi tersebut, kata dia, merupakan bagian dari hak publik yang wajib dipenuhi.
Menurutnya, lembaga penyiaran memiliki kebebasan penuh untuk melakukan peliputan dan pemberitaan, namun tetap harus berpegang pada Undang-Undang Penyiaran, Pedoman Perilaku Penyiaran, serta Standar Program Siaran (P3 dan SPS).
“Kami percaya lembaga penyiaran, baik televisi maupun radio, mampu menyajikan informasi yang benar-benar akurat dan berimbang. Prinsip profesionalisme dan aturan yang ada menjadi acuan yang jelas bagi mereka,” tutur Ubaid.
Ia menambahkan, publik tak perlu khawatir terhadap siaran media penyiaran. “Ini semua adalah bagian dari praktik demokrasi,” tegasnya.
Belasungkawa untuk Korban Aksi
Dalam kesempatan yang sama, KPI juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden yang menimpa seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang wafat setelah terlindas kendaraan taktis saat demonstrasi di Jakarta pada Kamis (28/8).
“Kami turut berbelasungkawa, semoga Almarhum husnul khatimah. Keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan. Bagi korban yang mengalami luka-luka, kami doakan lekas pulih,” ucap Ubaid.
Ia menyayangkan peristiwa tragis tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang. “Ini harus menjadi pembelajaran yang sangat berarti bagi kita semua. Menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga, namun keselamatan bersama harus tetap dijaga,” katanya menutup pernyataa