JAKARTA,CentangSatu.com — Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Drummer legendaris Yaya Moektio meninggal dunia pada Senin (8/12/2025) pukul 04.00 WIB di RS Fatmawati, Jakarta, pada usia 68 tahun. Informasi wafatnya musisi berjiwa religius ini disampaikan langsung oleh keluarga melalui keterangan resmi.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un… Telah dipanggil kembali kepada-Nya Ayah, Bapak, Saudara/rekan kami, Bapak Yahya Karya Konsepsianto bin Moektio,” tulis pihak keluarga.
Ikon Rock dengan Sentuhan Religius
Lahir di Manado pada 30 April 1957, Yaya Moektio dikenal sebagai salah satu drummer rock paling berkarakter di Indonesia. Gaya bermainnya yang presisi, penuh kreativitas, dan memiliki sound khas menjadikannya sosok panutan bagi banyak drummer muda.
Meski dikenal sebagai musisi rock, Yaya memiliki sisi religius yang kuat. Rekan-rekan musisi kerap menyebutnya sebagai figur yang disiplin, rendah hati, dan selalu menjaga nilai spiritual dalam setiap langkah hidupnya.

Perjalanan Karier Lima Dekade
Nama Yaya bersinar sejak era 1970-an. Ia pernah memperkuat sejumlah band rock ternama, di antaranya Gong 2000 dan God Bless. Pada album 36 (2009), Yaya dipercaya mengisi posisi drummer God Bless menunjukkan betapa besarnya kepercayaan dan penghargaan para musisi senior terhadap kemampuan dan profesionalismenya.
Tak hanya berkutat di rock, Yaya juga aktif di skena jazz serta menjadi session player yang sering mengisi rekaman musisi Indonesia pada 1970–1980-an. Ajang Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors 1981 pun pernah melibatkan Yaya sebagai drummer.
Sebelum itu, ia pernah memperkuat band Silver Train dan lama dikenal sebagai drummer band Cockpit, grup musik yang banyak membawakan lagu-lagu Genesis. Dalam beberapa panggung, Yaya tampil bersama putranya, Rama Moektio, drummer ADA Band.
Warisan untuk Musik Indonesia
Dengan karier lebih dari 50 tahun, kepergian Yaya Moektio meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para musisi lintas generasi. Keahliannya menjaga kualitas permainan drum, sekaligus sikap rendah hati yang ia tunjukkan sepanjang hidup, membuatnya dihormati sebagai salah satu drummer terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
Dunia musik Indonesia kehilangan salah satu drumnya yang paling bersuara lantang baik di atas panggung maupun dalam kehidupannya.


















