Scroll untuk baca artikel
FilmHiburan

“Tinggal Meninggal” Sapu Bersih Lima Penghargaan di JAFF 2025, Imajinari & Debut Kristo Immanuel Raih Pujian Juri

93
×

“Tinggal Meninggal” Sapu Bersih Lima Penghargaan di JAFF 2025, Imajinari & Debut Kristo Immanuel Raih Pujian Juri

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,CentangSatu.com— Film komedi getir Tinggal Meninggal besutan rumah produksi Imajinari meraih kemenangan besar di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025. Pada malam penutupan festival, Sabtu (6/12/2025), film yang disutradarai Kristo Immanuel dalam debut penyutradaraannya itu menyabet lima penghargaan Indonesian Screen Awards.

Lima kategori yang berhasil dimenangkan adalah Best Film, Best Director, Best Screenplay, Best Performance, dan Best Editing. Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Tinggal Meninggal sebagai salah satu film Indonesia paling menonjol sepanjang 2025.

Kombinasi Komedi dan Kegetiran

Film yang tayang perdana pada 14 Agustus 2025 itu menghadirkan kisah Gema (Omara Esteghlal), seorang pemuda canggung yang mendadak menjadi pusat perhatian di kantor setelah ayahnya meninggal dunia. Ketika perhatian itu kembali memudar, Gema mulai mempertanyakan ulang makna diterima dan dilihat oleh orang lain.

Lewat pendekatan komedi getir, film ini mengangkat isu kesepian, kebutuhan validasi, hingga ekspektasi sosial dalam balutan humor absurd khas Imajinari.

Pujian untuk Pemeran dan Sutradara

Dalam sambutannya usai meraih penghargaan Best Performance, Omara Esteghlal menyampaikan pesan menyentuh tentang karakter yang ia perankan. “Aku harap kita semua bisa memberi sorotan lebih banyak kepada karakter-karakter yang canggung, menerima satu sama lain, dan mencintai satu sama lain,” ujarnya.

Dewan juri yang terdiri dari Puiyee Leong (Singapura), Amir Muhammad (Indonesia), dan Antoinette Jadaone (Filipina) menilai performa Omara sebagai “sebuah penampilan karismatik yang sulit untuk diabaikan”, terlebih untuk sebuah peran komedi yang jarang dilirik dalam ajang penghargaan.

Di sisi lain, Kristo Immanuel tampil emosional saat menerima Best Film. Ia mengucapkan terima kasih kepada Imajinari dan menyampaikan harapannya agar semakin banyak film Indonesia yang berani mengangkat tema-tema seperti neurodivergence, kesepian, dan dinamika pengasuhan. “Semoga aku bisa terus membuat film-film yang membahas sesuatu yang serius dengan cara yang tidak serius,” ujarnya.

Validasi bagi Imajinari

Produser Ernest Prakasa dan Dipa Andika, yang menerima penghargaan Best Film, menyebut kemenangan ini sebagai momentum penting bagi Imajinari dalam membuktikan bahwa film dengan narasi sederhana dan jujur tetap punya tempat di industri film nasional.

Tahun ini, Indonesian Screen Awards di JAFF dikurasi oleh tiga juri yang menilai karya-karya terpilih berdasarkan pendekatan artistik, kekuatan cerita, serta relevansi tematik. Para juri memuji Tinggal Meninggal sebagai satir modern yang berhasil menggambarkan cara manusia mencari hubungan dan pengakuan.

Para penonton yang belum sempat menyaksikan film ini di bioskop dapat mengikuti kabar terbaru seputar penayangan ulang atau rilis platform digital melalui akun media sosial resmi @tingning.official dan @imajinari.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *