Scroll untuk baca artikel
HiburanMusik
194
×

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,CentangSatu.com -| Jagat media sosial kembali dibuat heboh oleh kemunculan lagu berjudul “Tak Diberi Tulang Lagi” yang ramai dikaitkan dengan Kuburan Band. Lagu tersebut bahkan disebut-sebut sebagai sindiran keras untuk Slank usai merilis single “Republik Fufufafa”. Namun, benarkah Kuburan ikut turun ke gelanggang?

Jawabannya: tidak sama sekali.

Vokalis Kuburan Band, Resa Rizkyan, akhirnya buka suara untuk menghentikan spekulasi liar yang telanjur menyebar di TikTok. Ia menegaskan bahwa lagu yang viral itu bukan karya Kuburan, melainkan hasil kecerdasan buatan (AI) yang sengaja atau tidak sengaja diseret-seret atas nama bandnya.

“Jangan percaya lagu viral yang itu. Itu bukan lagu Kuburan, itu lagu AI,” tegas Resa melalui kolom komentar Instagram, Minggu (4/1).

Keanehan lagu tersebut sebenarnya sudah tercium sejak awal. Selain tidak muncul di katalog resmi Kuburan di Spotify maupun YouTube, warna musiknya pun jauh melenceng. Alih-alih rock horor khas Kuburan, lagu tersebut justru mengusung hip hop dengan lirik frontal, sesuatu yang tak pernah menjadi identitas band asal Bandung itu.

Sementara itu, Slank sendiri tengah menuai perhatian lewat “Republik Fufufafa”, yang dianggap sebagai kembalinya semangat kritik sosial ala Slank era 1990–2000-an. Sayangnya, momentum tersebut justru diboncengi narasi palsu seolah-olah memicu “perang musik” dengan Kuburan.

Resa pun mengajak publik untuk mengalihkan perhatian ke karya yang benar-benar nyata, yakni single terbaru Kuburan berjudul “Ajeng”.

“Kalau mau bantu Kuburan, viralkan ‘Ajeng’, bukan lagu hoaks,” ujarnya.

Dengan klarifikasi ini, satu hal jadi jelas: tidak ada drama, tidak ada konflik, dan tidak ada diss track. Yang ada hanyalah contoh nyata bagaimana teknologi AI bisa menciptakan kebingungan jika publik tidak lebih jeli.|Foto : Instagram@kuburanband.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *