Scroll untuk baca artikel
FilmHiburan

Ringgo Agus Rahman Temukan Makna Baru Peran Ayah Lewat Film Nala: Dengar Aku Juga

132
×

Ringgo Agus Rahman Temukan Makna Baru Peran Ayah Lewat Film Nala: Dengar Aku Juga

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,CentangSatu.com -| Aktor Ringgo Agus Rahman kembali menunjukkan kedalaman aktingnya lewat film terbaru berjudul Nala: Dengar Aku Juga. Dalam film tersebut, Ringgo berperan sebagai seorang ayah dengan dua anak perempuan sebuah pengalaman yang diakuinya memberi perspektif baru, baik sebagai aktor maupun sebagai orang tua.

Ringgo mengungkapkan kebahagiaannya dapat memerankan sosok ayah dari dua putri, yang menurutnya memberikan nuansa berbeda dibandingkan perannya di kehidupan nyata sebagai ayah dari dua anak laki-laki. Ia merasakan dinamika emosional yang lebih ekspresif, hangat, dan penuh kejutan.

Peran tersebut juga membuat Ringgo merefleksikan kembali makna kehadiran seorang ayah dalam keluarga. Ia menyoroti dilema klasik yang kerap dihadapi para orang tua, khususnya ayah, yakni tuntutan untuk mencari nafkah yang sering kali beriringan dengan keterbatasan waktu bersama keluarga.

Film Nala: Dengar Aku Juga mengangkat potret keluarga yang tampak sederhana, namun sarat dengan konflik emosional yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Tika Bravani, yang memerankan sosok ibu, menilai kisah dalam film ini merepresentasikan pengorbanan orang tua yang kerap harus absen dalam masa tumbuh kembang anak demi tanggung jawab pekerjaan.

Cerita berfokus pada dua saudara, Laras dan Nala. Laras, sang kakak, memendam rindu terhadap perhatian orang tua yang terasa semakin menjauh, sementara Nala, si bungsu yang ceria, berusaha menjaga kehangatan keluarga dengan caranya yang polos dan tulus. Penemuan sebuah walkman lama menjadi simbol pembuka kembali percakapan tentang jarak, rindu, dan cinta yang sesungguhnya tak pernah hilang.

Dengan narasi yang lembut dan relevan, Nala: Dengar Aku Juga hadir sebagai refleksi tentang keluarga, komunikasi, dan pentingnya saling mendengar di tengah kesibukan zaman modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *