Centangsatu.com – Gerakan Sadar Budaya 2025 resmi menjadi pintu masuk babak baru kolaborasi kebudayaan antara Budayantara etalase seni budaya Nusantara dan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Silaturahmi ini tidak hanya menutup pencapaian kebudayaan sepanjang 2025, tapi juga membuka peluang sinergi inovatif berbasis budaya di tahun 2026.
Pertemuan berlangsung di kantor Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta pada Senin (12/1/2026). “Rumah besar” Budayantara, sebagai pusat kreatif yang mengintegrasikan media budaya, seni pertunjukan, laboratorium digital, dan film berbasis budaya, menjadi sorotan utama.
Hadir langsung Masdjo Arifin, CEO Budayantara Inovasi Global (BIG), yang menekankan peran platform ini sebagai jembatan tradisi dan modernitas.
“Budyantara bukan sekadar penjaga warisan, tapi katalisator yang menyatukan kreativitas, teknologi, dan kebijakan pemerintah untuk budaya yang hidup dan relevan,” tegas Masdjo Arifin.
Ikhsan, perwakilan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, menyambut hangat inisiatif ini.
“Kami melihat Budayantara sebagai mitra strategis unggulan yang bisa mempercepat transformasi kebudayaan Jakarta menjadi pusat nasional,” katanya antusias.
Diskusi berlanjut ke program konkret, termasuk timeline agenda seni, penguatan ekosistem kreatif, dan pengembangan konten digital budaya.
Kolaborasi ini diharapkan memperkokoh posisi Jakarta sebagai kiblat kebudayaan Indonesia, sekaligus jadi model sukses bagi kemitraan komunitas dan pemerintah di era digital.


















