Scroll untuk baca artikel
Berita militer

PANGKOLINLAMIL HADIRI UPACARA HARI DHARMA SAMUDERA DI ATAS KRI DR. RADJIMAN WEDYODININGRAT-992

13
×

PANGKOLINLAMIL HADIRI UPACARA HARI DHARMA SAMUDERA DI ATAS KRI DR. RADJIMAN WEDYODININGRAT-992

Sebarkan artikel ini

PANGKOLINLAMIL HADIRI UPACARA HARI DHARMA SAMUDERA DI ATAS KRI DR. RADJIMAN WEDYODININGRAT-992

Berita Kolinlamil TNI AL, 15 Januari 2026 —— Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksamana Muda TNI Rudhi Aviantara, IH., S.E., M.Si., M.Tr.(Han)., CHRMP., didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri Kolinlamil Ny. Hesti Rudhi Aviantara, menghadiri Upacara Peringatan Hari Dharma Samudera yang berlangsung khidmat di atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Upacara tersebut dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, saat kapal berlayar dari Dermaga Mako Kolinlamil menuju Perairan Teluk Jakarta, Kamis (15/01).

Upacara ini turut dihadiri Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali, Pejabat Utama Mabesal, perwakilan TNI-Polri, instansi terkait, serta para tamu undangan. Suasana khusyuk dan penuh penghormatan mewarnai rangkaian kegiatan sebagai bentuk penghargaan atas jasa para pahlawan laut bangsa.

Mengusung tema “Kobarkan Semangat Pertempuran Prajurit Jalasena yang Tangguh, Profesional, dan Modern”, peringatan Hari Dharma Samudera menjadi momentum reflektif bagi seluruh komponen bangsa, khususnya keluarga besar TNI Angkatan Laut. Peringatan ini sekaligus meneguhkan komitmen untuk memperkuat karakter maritim, menjaga tradisi perjuangan di laut, serta memupuk semangat juang dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.

Pada hakikatnya, Hari Dharma Samudera merupakan wujud penghormatan kepada para pahlawan, pejuang, dan tokoh TNI Angkatan Laut yang telah mendharmabhaktikan jiwa dan raga demi kejayaan bangsa dan negara. Sejarah mencatat berbagai pertempuran laut sejak diproklamasikannya Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang puncaknya terjadi pada Pertempuran Laut Aru, 15 Januari 1962. Peristiwa heroik tersebut menjadi simbol kepahlawanan dan pengorbanan dalam mempertahankan kehormatan serta harga diri bangsa.

Sejumlah pertempuran laut bersejarah turut dikenang, antara lain pertempuran di Selat Bali, Teluk Cirebon oleh Kapal RI Gadjah Mada, perairan Pulau Sapudi, Teluk Sibolga melawan kapal perang Belanda HRMS Banckert, pertempuran di Muara Sungai Indragiri, hingga pertempuran di Pelabuhan Balikpapan yang melibatkan Korvet RI Hang Tuah. Selain itu, TNI AL juga mencatat pertempuran melawan pemberontakan Permesta di Perairan Ambon, hingga pertempuran terakhir di Laut Aru yang melibatkan tiga Motor Torpedo Boat, yakni RI Macan Tutul, RI Macan Kumbang, dan RI Harimau. Dalam pertempuran tersebut, RI Macan Tutul gugur bersama Komodor Yos Sudarso yang mengorbankan jiwa raganya demi bangsa dan negara.

Usai pelaksanaan upacara, TNI Angkatan Laut memperkenalkan film The Hostages Heroes yang mengangkat kisah heroik prajurit TNI AL dalam menggagalkan aksi perompakan di Selat Malaka. Melalui Program Prioritas Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, TNI AL berharap nilai-nilai pengabdian, keberanian, dan profesionalisme prajurit dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda, sekaligus memperkokoh semangat bela negara di seluruh lapisan masyarakat. (Dispen Kolinlamil).

#tni_prima
#kasal
#tni_angkatan_laut
#jalesvevajayamahe
#indonesiannavy
#kolinlamil_tni_al

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *