Scroll untuk baca artikel
Lifestyle

Eks Awak Media Bangkit Jadi Entrepreneur, Shemy Sarudin: Dari Bimtek Ayam Petelur hingga Bazaar Sembako Mura

29
×

Eks Awak Media Bangkit Jadi Entrepreneur, Shemy Sarudin: Dari Bimtek Ayam Petelur hingga Bazaar Sembako Mura

Sebarkan artikel ini

Centangsatu.com – Program pemberdayaan eks awak media yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) terus bergulir. Setelah sebelumnya mendapatkan bimbingan teknis (bimtek) budidaya ayam petelur pada tahun lalu, kini para mantan jurnalis kembali digembleng untuk terjun ke dunia kewirausahaan berbasis kebutuhan masyarakat.

Shemy Sarudin alias Mame, eks jurnalis tvOne yang kini beralih profesi sebagai pengemudi taksi online, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari perhatian pemerintah terhadap insan pers yang terdampak gelombang layoff.

“Beberapa minggu lalu kami disampaikan bahwa awak media itu adalah aset negara yang tidak boleh dibiarkan kehilangan arah. Karena itu kami diberi jalan agar bisa mencari solusi alternatif untuk bertahan hidup,” ujar Mame saat ditemui di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis sore.

Mame menjelaskan, setelah mendapatkan bimtek budidaya ayam petelur dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, para eks awak media kembali dibina untuk menjadi pelaku usaha penjualan cabai. Tidak berhenti di situ, kini mereka juga dipercaya untuk menyelenggarakan program bazaar sembako murah yang tepat sasaran.

“Ke depan kami diminta mengadakan program bazaar sembako murah yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat. Program ini akan bekerja sama dengan Bulog dan PT Pos Indonesia,” ungkapnya.

Adapun paket sembako murah yang akan disalurkan meliputi kebutuhan pokok sehari-hari seperti minyak goreng, telur, tepung terigu, beras, dan gula. Sasaran utama program ini adalah kelompok pekerja sektor transportasi dan layanan publik.

“Kami akan menginformasikan program ini ke perusahaan transportasi online, pengemudi JakLingko, dan TransJakarta sebagai market utama agar mereka bisa mendapatkan sembako dengan harga terjangkau,” jelas Mame.

Menurutnya, tugas yang diemban oleh para eks awak media sebagai penyelenggara bukan sekadar berjualan, melainkan menjadi bagian dari program pemerataan distribusi sembako murah yang digagas Kementerian Pertanian bersama berbagai instansi terkait.

“Kami dilibatkan untuk membantu pemerataan penyebaran sembako murah ke berbagai lini, termasuk pemadam kebakaran, hansip, ojek pangkalan, sopir angkot, dan kelompok pekerja lainnya yang membutuhkan,” katanya.

Mame menambahkan, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan agar program ini berjalan optimal, terlebih menjelang bulan suci Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan pokok masyarakat.

“Bulan puasa sudah dekat, kebutuhan pasti meningkat. Karena itu program ini diharapkan bisa membantu masyarakat sekaligus menjadi jalan baru bagi kami para eks awak media untuk bangkit dan mandiri,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *