Scroll untuk baca artikel
Nasional

Wamen Ekraf Apresiasi ‘Rodgers & Hammerstein’s Cinderella’: Bukti Teater Musikal Indonesia Bertaraf Internasional

14
×

Wamen Ekraf Apresiasi ‘Rodgers & Hammerstein’s Cinderella’: Bukti Teater Musikal Indonesia Bertaraf Internasional

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,CentangSatu.com — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan bahwa teater musikal Indonesia telah mencapai standar internasional. Penilaian tersebut disampaikan usai menyaksikan pertunjukan Rodgers & Hammerstein’s Cinderella produksi Center Stage Community (Censtacom) di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Menurut Irene, kualitas produksi, disiplin latihan, serta keterlibatan talenta muda menunjukkan bahwa subsektor seni pertunjukan memiliki peran strategis dalam mendorong visi Indonesia Emas 2045.

“Saya menonton dengan hati dan melihat langsung hasil kerja panjang para pejuang teater musikal. Pertunjukan ini bertaraf internasional dan didukung generasi muda yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa mimpi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar wacana,” ujar Irene Umar.

Teater musikal Rodgers & Hammerstein’s Cinderella digelar sebanyak tujuh kali, mulai 15 hingga 18 Januari 2026. Seluruh pemain dan tim produksi dipilih melalui proses audisi terbuka dan menjalani proses kreatif selama sembilan bulan, mencerminkan profesionalisme serta totalitas produksi.

Censtacom sendiri merupakan komunitas teater musikal berbasis di Jakarta yang berdiri sejak 2019. Hingga kini, komunitas ini telah memproduksi lebih dari 20 pementasan, termasuk adaptasi musikal Broadway seperti Little Women dan Sister Act. Sebagai komunitas nirlaba, Censtacom konsisten mendorong pertumbuhan ekosistem seni pertunjukan nasional sekaligus membuka ruang partisipasi generasi muda.

Wamen Ekraf Irene juga menekankan pentingnya dukungan publik dan pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan seni pertunjukan Indonesia.

“Teater musikal Indonesia perlu disebarluaskan ke dunia. Kita punya karya yang bisa dibanggakan secara global. Gunakan media sosial untuk mendukung mereka agar semakin banyak penonton dan peluang ekonomi yang tercipta,” katanya, didampingi Staf Khusus Bidang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Data Kementerian Ekraf, Jago Anggara.

Disutradarai oleh Josephine Angelica, pertunjukan ini menghadirkan adaptasi modern dari dongeng klasik Cinderella tanpa menghilangkan nilai-nilai universal tentang kebaikan, keberanian bermimpi, dan ketulusan. Lagu-lagu ikonik seperti In My Own Little Corner, Ten Minutes Ago, dan Do I Love You Since You’re Beautiful? ditampilkan dengan koreografi dan musikalitas yang solid.

Produser Eksekutif Bobby Wijaya menjelaskan bahwa Cinderella dipilih karena relevansinya lintas generasi dan pesan moral yang kuat.

“Cerita ini mengajarkan bahwa sesuatu yang tampak mustahil ternyata bisa terjadi. Kami ingin menghadirkan Cinderella yang magis dan bisa dinikmati semua usia,” ujarnya.

Ia juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah terhadap komunitas kreatif, khususnya yang bergerak secara sukarela.

“Censtacom adalah komunitas nirlaba. Dukungan kebijakan dan ekosistem sangat penting agar pasar seni pertunjukan semakin luas dan regenerasi talenta tetap terjaga. Karena itu, kami juga membuka kelas teater musikal sebagai bagian dari keberlanjutan,” tambah Bobby, didampingi produser eksekutif Jeanne Herlina, Ferry Kusnowo, dan Fiona Hadinoto.

Selain pertunjukan utama, pengunjung juga dapat menikmati pengalaman pendukung seperti penjualan merchandise, kuliner UMKM, serta area photobooth, memperkuat integrasi seni pertunjukan dengan ekonomi kreatif berbasis pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *