Scroll untuk baca artikel
Hiburan

Film Kembar Dodit Mulyanto & Angga Yunanda, Sebelum Dijemput Nenek, Siap Jadi Tontonan Horor-Komedi Paling Riang di Awal Tahun

137
×

Film Kembar Dodit Mulyanto & Angga Yunanda, Sebelum Dijemput Nenek, Siap Jadi Tontonan Horor-Komedi Paling Riang di Awal Tahun

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,CentangSatu.com — Film horor-komedi Sebelum Dijemput Nenek resmi tayang hari ini di seluruh bioskop Indonesia. Diproduksi oleh Rapi Films dan disutradarai oleh Fajar Martha Santosa, film ini menghadirkan pengalaman menonton yang ringan, menghibur, dan penuh tawa, tanpa meninggalkan unsur horor berbasis mitos lokal.

Sejak penayangan perdananya, penonton mulai merespons dinamika unik Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto sebagai saudara kembar Hestu dan Akbar. Keduanya tampil semakin “kembar” di layar lebar, baik secara visual maupun chemistry, memperkuat komedi situasi yang lahir dari kontras karakter: Hestu yang dingin dan serius berhadapan dengan Akbar yang santai, polos, dan apa adanya.

Bagi Angga Yunanda, Sebelum Dijemput Nenek menjadi salah satu film paling berbeda sepanjang kariernya. Film ini memperlihatkan sisi Angga yang lebih cair dan komedik, jauh dari persona serius yang selama ini melekat.

“Film ini benar-benar pengalaman baru buat aku. Aku harus berani terlihat lucu, ceroboh, dan nggak jaim. Jujur, ini film yang bikin aku makin tertarik mengeksplorasi komedi,” ujar Angga.

Sementara itu, Dodit Mulyanto menanggapi pergeseran peran tersebut dengan candaan khasnya.

“Sekarang Angga udah ganteng, lucu lagi. Kayaknya karier aku sebagai komika mulai terancam,” ujar Dodit sambil tertawa.

Film ini juga diperkuat oleh jajaran karakter pendukung yang mencuri perhatian. Oki Rengga tampil mencolok saat berakting menggunakan bahasa Jawa, meski dikenal dengan logat Bataknya.

“Orang suka heran kenapa aku nggak latihan bahasa Jawa. Ya karena aku orang Jawa. Aku ini orang Jawa yang tinggal di Medan, jadi bahasanya sudah terbentuk dari keseharian. Itu yang aku bawa ke karakter ini,” ujar Oki.

Aktor sekaligus komika Nopek Novian, yang berperan sebagai Ki Mangun, juga membagikan proses pendalaman karakternya.

“Aku mendatangi sejumlah dukun di kampung halamanku untuk memahami gestur, cara bicara, hingga aura karakternya,” ujar Nopek sambil tertawa. Ia menambahkan, “Nggak lah, karakter dukun ini aku ambil dari referensi tontonan berbagai film yang ada dukunnya.”

Kehadiran cameo turut menjadi kejutan tersendiri, di antaranya Eri Pras yang dikenal lewat momen viral salah lirik, serta Tante Ernie, influencer yang digandrungi banyak penggemar. Kehadiran mereka menandai peralihan dari fenomena digital ke layar lebar dan menambah warna serta lapisan komedi dalam cerita.

Disutradarai oleh Fajar Martha Santosa, Sebelum Dijemput Nenek sejak awal dirancang sebagai tontonan yang tidak membebani penonton.

“Ini film yang nggak menuntut penonton untuk berpikir rumit. Duduk, ikut tertawa, menikmati ceritanya, lalu pulang dengan perasaan ringan. Horor dan komedinya berjalan berdampingan, saling menguatkan,” ujar Fajar.

Sebagai produser, Sunil Samtani menegaskan bahwa film ini ditujukan sebagai hiburan yang bisa dinikmati bersama. Karena itu, pada hari pertama penayangan, sejumlah pemain seperti Dodit Mulyanto, Nopek Novian, dan Wavi Zihan menyapa langsung penonton melalui rangkaian cinema visit.

“Kami ingin Sebelum Dijemput Nenek tidak hanya dinikmati di layar, tetapi juga dirayakan bersama penonton. Cinema visit dilakukan di Yogyakarta dan Madiun pada 22 Januari, dilanjutkan ke Malang dan Surabaya pada 23 Januari,” ujar Sunil.

Dengan kombinasi horor, komedi karakter, serta penampilan para pemain yang segar dan berbeda dari biasanya, Sebelum Dijemput Nenek siap menjadi pilihan tontonan yang pas untuk mengawali tahun 2026.

Saksikan Sebelum Dijemput Nenek, mulai hari ini, 22 Januari 2026, di seluruh bioskop Indonesia.

Pantau media sosial Rapi Films untuk informasi kunjungan pemain selanjutnya di berbagai kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *