Scroll untuk baca artikel
NEWS

REVOLUSI DRONE MILITER! China Uji Coba UAV Bersenapan yang Akurat 100%  Bisa Menembak Sambil Melayang.

295
×

REVOLUSI DRONE MILITER! China Uji Coba UAV Bersenapan yang Akurat 100%  Bisa Menembak Sambil Melayang.

Sebarkan artikel ini

CentangSatu.com – Perusahaan teknologi ternama China, Wuhan Guide Infrared, telah sukses menguji coba kendaraan udara tak berawak (UAV) bersenjata senapan yang dianggap inovatif, dengan melaporkan tingkat akurasi yang belum pernah tercatat sebelumnya.

Hal ini menjadi bukti bahwa perusahaan-perusahaan China terus berada di garis depan pengembangan drone, setelah sebelumnya banyak model sipilnya mendominasi pasar global.

UAV tersebut dikembangkan bekerja sama dengan Akademi Operasi Khusus Angkatan Darat China, seperti yang tercantum dalam edisi Desember Journal of Gun Launch and Control.

“Selama uji coba, drone tersebut menembakkan 20 tembakan tunggal dari senapan standar ke sasaran seukuran manusia yang berjarak 100 meter semua dilakukan saat melayang pada ketinggian sepuluh meter di atas tanah,” demikian informasi dari publikasi tersebut.

Salah satu keunggulan utama drone ini adalah tidak memerlukan senjata khusus atau dimodifikasi.

“Berbeda dengan model serupa lainnya, UAV baru ini membawa senapan serbu biasa yang digunakan oleh militer China,” jelas jurnal tersebut.

Kinerja mengesankan tersebut diperoleh berkat peningkatan algoritma stabilisasi dan penargetan, serta sistem pemasangan baru yang dikembangkan tim insinyur China.

Mereka juga membuat perangkat lunak khusus yang menyesuaikan sudut tembak berdasarkan jarak, perkiraan angin, dan parameter lainnya, yang seluruhnya diasah melalui simulasi komputer. Namun, sistem saat ini hanya mampu menembak satu per satu.

Dalam perkembangan terpisah, Aviation Industry Corporation of China (AVIC) pada bulan lalu mengumumkan penerbangan perdana drone Jiutian (Langit Tinggi) bertenaga jet kelas berat.

“Drone ‘kapal induk’ ini dapat membawa dan melepaskan hingga 100 UAV kamikaze lebih kecil yang dipandu oleh kecerdasan buatan,” ujar pihak pabrikan.

Selain itu, Jiutian yang memiliki kapasitas muatan maksimum hampir enam ton juga telah didemonstrasikan dilengkapi dengan berbagai amunisi udara-ke-permukaan dan udara-ke-udara.

“Kendaraan ini dapat terbang hingga ketinggian 15.000 meter dan beroperasi selama 12 jam secara berturut-turut,” tambahnya.

Sebagai perbandingan, CNN pada bulan September lalu melaporkan bahwa militer AS sedang “mengejar ketertinggalan” dalam hal teknologi drone modern, berdasarkan pernyataan seorang jenderal angkatan daratnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *