JAKARTA,CentangSatu.com — Kabar besar datang dari sineas Joko Anwar. Film terbarunya yang berjudul Ghost in the Cell dipastikan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Sebelum menyapa penonton Tanah Air, film ini lebih dulu menjalani world premiere di ajang bergengsi Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026, yang berlangsung pada 12–22 Februari mendatang.
Tak hanya tampil di festival film kelas dunia, Ghost in the Cell juga resmi terpilih dalam program Forum Berlinale, sebuah program kurasi yang dikenal menghadirkan film-film dengan pendekatan sinematik berani dan segar.
Film ini menjadi rilisan pertama tahun 2026 dari rumah produksi Come and See Pictures, yang kembali berkolaborasi dengan talenta-talenta terbaik perfilman Indonesia.
“Kami sudah tidak sabar untuk menghadirkan film terbaru Come and See Pictures yang digarap secara matang bersama jajaran kru dan pemeran berkualitas Indonesia. Semoga penonton tetap sabar menunggu dan menyambut film kami dengan antusias,” ujar Joko Anwar.
Deretan Bintang Besar dalam Balutan Horor-Komedi
Mengusung genre komedi-horor, Ghost in the Cell menghadirkan jajaran pemain yang luar biasa solid. Film ini dibintangi oleh:
Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, Ho Yuhang serta memperkenalkan pendatang baru Magistus Miftah.
Kombinasi aktor lintas generasi ini menjanjikan warna komedi yang kuat sekaligus atmosfer horor khas Joko Anwar yang tetap menegangkan.
Resmi Diakuisisi Distributor Jerman
Langkah internasional film ini juga semakin mantap setelah Plaion Pictures, distributor ternama berbasis di Jerman, resmi mengakuisisi hak edar Ghost in the Cell untuk wilayah negara-negara berbahasa Jerman.
Plaion Pictures dikenal memiliki reputasi global dengan katalog film-film peraih penghargaan dunia. Mereka pernah mendistribusikan film-film seperti Anatomy of a Fall, The Whale, Titane, hingga Parasite.
“Sebuah kebanggaan bagi kami film ini diakuisisi oleh Plaion Pictures. Mereka dikenal dengan reputasi mendistribusikan film-film pemenang penghargaan dunia. Semoga film kami juga mendapat sambutan positif dari penonton internasional,” kata produser Tia Hasibuan.
Tahun ini, Plaion Pictures juga mengakuisisi film karya Joachim Trier, Sentimental Value, yang masuk nominasi Best Picture Oscar.
Kolaborasi Produksi dan Distribusi Global
Ghost in the Cell diproduksi oleh Come and See Pictures bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures, sementara perusahaan Korea Selatan Barunson E&A yang dikenal lewat kesuksesan Parasite bertindak sebagai sales agent untuk distribusi global.
Dengan kombinasi festival kelas dunia, distribusi internasional, serta jajaran pemain papan atas, Ghost in the Cell menjadi salah satu film Indonesia paling dinantikan tahun ini.
Pantau terus perkembangan terbarunya melalui Instagram @comeandseepictures dan jangan lewatkan penayangannya di bioskop mulai 16 April 2026. Siap-siap tertawa sekaligus merinding.


















