Scroll untuk baca artikel
Nasional

Jasa Marga Group untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.

117
×

Jasa Marga Group untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.

Sebarkan artikel ini

Jasa Marga Group untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.

Jakarta/ Kehadiran ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat perannya di ekosistem transportasi nasional melalui peluncuran aplikasi digital Travoy.

Direktur Bisnis Jasa Marga, Reza Febriano, mengungkapkan saat ini Jasa Marga Group menguasai sekitar 1.736 kilometer konsesi jalan tol atau setara dengan 42 persen dari total jaringan jalan tol di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sepanjang 1.294 kilometer telah dioperasikan langsung oleh Jasa Marga.

“Kami memiliki 36 konsesi ruas jalan tol dengan tiga lini bisnis utama, yaitu bisnis konsesi, pengoperasian dan preservasi, serta lini bisnis prospektif yang mengelola rest area dan layanan non-tol,” kata Reza.

Ia menjelaskan, melalui anak usaha Jasa Marga Toll Road Operator, perusahaan bertanggung jawab atas pengoperasian berbagai ruas tol. Sementara pemeliharaan dilakukan oleh Jasa Marga Toll Road Maintenance. Di sisi lain, PT Jasa Marga Related Business fokus pada pengembangan rest area dan layanan pendukung perjalanan.

Menurut Reza, keikutsertaan Jasa Marga di IIMS 2026 merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk lebih dekat dengan industri otomotif dan komunitas pengguna jalan.

“Kami melihat ekosistem transportasi itu saling terhubung. Dengan hadir di IIMS, kami ingin membangun pengalaman berkendara yang lebih terintegrasi melalui teknologi digital, salah satunya lewat aplikasi Travoy,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Human Capital dan Transformasi Jasa Marga, Yoga Tri Anggoro, menjelaskan Travoy dirancang sebagai super apps yang berfungsi sebagai asisten perjalanan bagi pengguna jalan tol.

“Travoy kami posisikan sebagai asisten digital dari A sampai Z. Mulai dari sebelum perjalanan, saat perjalanan, hingga setelah perjalanan, semua kebutuhan pengguna jalan tersedia di satu aplikasi,” ujar Yoga.

Ia menambahkan, sebelum memulai perjalanan pengguna dapat mengecek kondisi lalu lintas melalui ribuan titik CCTV, melihat tarif tol, hingga memantau rekayasa lalu lintas seperti one way atau contraflow.

Saat perjalanan, pengguna bisa dengan mudah menghubungi petugas, memesan derek online, serta mengetahui lokasi dan kondisi rest area secara real time.

“Setelah perjalanan, pengguna juga tidak perlu lagi menyimpan resi fisik. Semua transaksi bisa langsung dilihat dalam bentuk digital receipt yang bisa diunduh atau dicetak,” katanya.

Salah satu fitur unggulan Travoy adalah Travoy Go, yaitu layanan pembayaran tol tanpa henti dan tanpa tapping di gerbang tol. Saat ini, Jasa Marga telah menyiapkan 97 titik transaksi Travoy Go di wilayah Jabodetabek serta tiga titik di Bali.

“Dengan Travoy Go, pengguna bisa melintas tanpa berhenti, semua transaksi tercatat otomatis dan histori pembayarannya bisa diakses di aplikasi,” jelas Yoga.

Selain itu, Jasa Marga juga mengembangkan rest area dengan brand Travoy Rest. Tercatat ada 26 rest area di sepanjang Trans Jawa yang dikelola langsung oleh Jasa Marga, dengan fasilitas yang lebih tertata mulai dari toilet, parkir, hingga alur kendaraan.

Menjelang musim mudik Lebaran, Yoga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan Travoy dalam merencanakan perjalanan.

“Kami berharap pengguna jalan bisa memilih waktu di luar jam puncak, mempersiapkan kendaraan, kondisi pengemudi, dan memanfaatkan fitur Travoy agar perjalanan mudik lebih aman dan nyaman,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *