Scroll untuk baca artikel
Lifestyle

31 Tahun Melayani Tanpa Meminta: Sanggar Humaniora Bagikan Perlengkapan Sekolah untuk Anak Pemulung dan Pra-Sejahtera

264
×

31 Tahun Melayani Tanpa Meminta: Sanggar Humaniora Bagikan Perlengkapan Sekolah untuk Anak Pemulung dan Pra-Sejahtera

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,CentangSatu.com — Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, lembaga nirlaba yang didirikan Eddie Karsito, kembali meneguhkan komitmennya dalam misi sosial dan kemanusiaan melalui kegiatan berbagi perlengkapan sekolah bagi anak-anak binaan, Jumat (6/2/2026).

Berfokus pada pemberdayaan pemulung, lansia, dan anak yatim non-panti, Yayasan Humaniora selama puluhan tahun konsisten menghadirkan program berbasis kemanusiaan dan kreativitas. Di antaranya melalui Sanggar Humaniora, Rumah Budaya Satu-Satu, Rumah Musik & Film, hingga Rumah Singgah Bunda Lenny. Yayasan ini juga berkolaborasi dengan BAZNAS dalam program Sedekah Barang, yang memanfaatkan barang layak pakai untuk membantu sesama.

Dalam kegiatan terbaru ini, bantuan perlengkapan sekolah disalurkan kepada sejumlah anak, di antaranya:

Bawon Putri Rivina (Cirebon, 19 Juni 2014), siswi kelas 4 SDN Jatikarya Jatisampurna, putri dari Taurip dan Warsinah.

Adiknya, Salsa Suhaila Najmussabah (Bekasi, 4 Februari 2020), yang rencananya akan didaftarkan masuk TK pada tahun ajaran baru mendatang.

Wiwit Rifia Ningsih (Cirebon, 22 April 2017), siswi kelas 2 SDN Jatisampurna 6 Kota Bekasi, anak kedua dari Thoyib Abdullah Said dan Suriah, bersama adiknya Muhammad Fauzan Asaid (Cirebon, 12 Oktober 2021).

Bantuan yang diberikan berupa tas sekolah, sepatu, alat tulis, tempat makan dan minum, serta berbagai aksesori pendukung belajar.

Eddie Karsito menyampaikan bahwa seluruh kegiatan ini dijalankan dengan semangat berbagi, tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.

[Wiwit Rifia Ningsih Pelajar Kelas 2 SDN Jatisampurna 6 Bekasi Kota]
“Kami rutin membagikan perlengkapan sekolah untuk anak-anak jalanan dan anak pemulung yang masih mau sekolah. Saat ini ada sekitar 40 anak dalam pembinaan kami. Sebagian bantuan berasal dari dana pribadi, sebagian lagi titipan para penyantun. Satu hal yang kami syukuri, selama 31 tahun melayani kami tidak pernah meminta sumbangan ke sana-sini, termasuk belum pernah menerima bantuan pemerintah. Terima kasih Tuhan,” ujarnya

Yayasan Humaniora memandang rezeki bukan sebagai milik pribadi, melainkan titipan Tuhan yang harus dikelola dan dibagikan. Keyakinan ini menjadi dasar gerak mereka selama lebih dari tiga dekade.

Dengan doa sederhana yang selalu mereka gaungkan “Tuhan, berilah kami rezeki hari ini secukupnya” Sanggar Humaniora terus melangkah, memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap punya harapan melalui pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *