Scroll untuk baca artikel
Sport

Liga Jakarta U17 2026: Ketika Disiplin Jadi Fondasi Mimpi

55
×

Liga Jakarta U17 2026: Ketika Disiplin Jadi Fondasi Mimpi

Sebarkan artikel ini

Jakarta,CentangSatu.com -| Sepak bola usia muda sering kali identik dengan semangat yang meledak-ledak. Tapi di Liga Jakarta U17 musim 2026, gairah saja tak lagi cukup. Disiplin kini menjadi kata kunci.

Di sebuah ruangan sederhana di Kandang Ayam Rawamangun, para pelatih dan pemilik klub duduk berhadapan, bukan untuk menyusun strategi menyerang atau skema bertahan, melainkan menyamakan persepsi tentang komitmen. Workshop yang digelar panitia menjadi pesan awal: kompetisi ini bukan sekadar ajang tanding, tetapi laboratorium karakter.

Penggagas kompetisi, Yoseph Erwiyantoro, menyebut Liga Jakarta U17 sebagai jalur pembinaan berjenjang. Data musim lalu berbicara: 21 alumni kompetisi ini menembus Elite Pro Academy (EPA). Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan bukti bahwa mimpi bisa menemukan jalannya asal dirawat dengan sistem yang benar.

Namun, musim 2025 juga menyisakan catatan. Ada tim yang memilih Walk Out karena agenda lain, ada pula pelanggaran regulasi yang berujung diskualifikasi. Dari situlah lahir keputusan untuk memperketat aturan. Musim ini, peserta dipangkas menjadi 16 tim terpilih. Bukan untuk membatasi mimpi, tetapi menjaga kualitas.

Semua laga akan dipusatkan di Pancoran Soccer Field. Lapangan sintetis menjadi panggung baru. Di atas rumput buatan itulah, determinasi diuji dua kali 35 menit setiap pertandingan, tanpa ruang bagi setengah hati.

Ketua Panitia Pelaksana, Juan Firel Syahdar, memastikan regulasi kini tak lagi sekadar tulisan di atas kertas. Sanksi finansial untuk WO, denda kartu merah, hingga pengawasan yang lebih ketat menjadi penegas bahwa kompetisi ini menuntut tanggung jawab.

Di usia 17 tahun, seorang pemain mungkin belum tahu akan jadi apa lima tahun ke depan. Tapi di Liga Jakarta U17, mereka belajar satu hal penting: profesionalisme dimulai jauh sebelum kontrak pertama diteken.

Di Jakarta, di bawah terik siang antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, bukan hanya gol yang dicari. Yang sedang dibangun adalah fondasi tentang komitmen, konsistensi, dan keberanian untuk menepati janji.

Karena sepak bola usia muda bukan hanya tentang siapa yang juara hari ini. Melainkan siapa yang siap bertahan esok hari.|Foto : IssonKhairul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *