Scroll untuk baca artikel
Kuliner

10 Tahun Bali Culinary Pastry School (BCPS), Mencetak Talenta Kuliner dan Pastry Bakery, yang Berakar Nilai Lokal dengan Peluang Karier Global

10
×

10 Tahun Bali Culinary Pastry School (BCPS), Mencetak Talenta Kuliner dan Pastry Bakery, yang Berakar Nilai Lokal dengan Peluang Karier Global

Sebarkan artikel ini

10 Tahun Bali Culinary Pastry School (BCPS), Mencetak Talenta Kuliner dan Pastry Bakery, yang Berakar Nilai Lokal dengan Peluang Karier Global

Bali, 12 Februari 2026 – Bali Culinary Pastry School (BCPS), salah satu institusi pendidikan profesional terkemuka di Indonesia di bidang kuliner dan pastry bakery, hari ini menandai satu dekade perjalanannya dalam mencetak lebih dari 1.000 generasi muda Indonesia di industri kuliner. BCPS merupakan bagian dari grup Nyanyi Bali yang berada di kawasan Bali International Training and Development Centre (BITDeC), Tabanan, Bali.

Momentum satu dekade ini ditandai dengan upacara wisuda yang berlangsung di lingkungan kampus BCPS, sebagai bentuk apresiasi kepada 65 mahasiswa tingkat akhir yang resmi menyelesaikan pendidikan mereka.

Untuk menandai pencapaian ini, BCPS akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertema “A Decade of Culinary Education, Opportunity and Stewardship”, yang mempertemukan pelaku industri, mitra internasional, serta mahasiswa dan alumni BCPS.

Menandai 10 tahun perjalanannya, BCPS segera luncurkan Bali Chocolatier Pâtissier Professional School, program baru yang akan memperluas jalur pendidikan ke ranah pastry dan cokelat dengan pendekatan yang berfokus pada seni pastry dan kerajinan cokelat yang mengedepankan keaslian serta karakter cita rasa dari sumbernya. Program ini dirancang dengan menggabungkan prinsip keberlanjutan, sentuhan kreativitas, dan inovasi, serta membekali para chef untuk untuk melihat cokelat bukan hanya sebagai bahan, tetapi juga cerita asal-muasalnya, orang-orang yang mengolahnya, serta nilai yang dikandungnya.

“Sepuluh tahun merupakan sebuah pencapaian sekaligus tanggung jawab,” ujar Made Ariani Siswanto, Founder Bali Culinary Pastry School. “Yang terpenting bukan seberapa jauh kami telah melangkah, melainkan bagaimana kami menyiapkan langkah ke depan secara terarah. Memasuki dekade berikutnya, BCPS akan terus membuka lebih banyak kesempatan, memperkuat jalur internasional, serta memastikan pendidikan tetap menjadi kekuatan yang membangun ketangguhan, martabat, dan dampak yang bermakna bagi generasi mendatang.”

Didirikan pada 2016 dengan hanya enam siswa, BCPS berkembang menjadi salah satu sekolah kuliner dan pastry terkemuka di Bali, dengan komitmen kuat pada kualitas, tujuan, pemberdayaan masyarakat. Hingga kini, BCPS telah meluluskan lebih dari 1.000 alumni dari program full-time maupun non–full-time. Para siswa BCPS berasal dari 66 kota di Indonesia serta 10 kewarganegaraan, yang mencerminkan jangkauan nasional yang luas, sekaligus menarik di pasar global.

“Sejak awal, BCPS memang tidak dibangun semata sebagai sebuah sekolah,” ujar Made Ariani Siswanto. “BCPS lahir dari keyakinan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab jangka panjang untuk menjaga dan mewariskan nilai, sekaligus menyiapkan generasi muda dengan keterampilan, kepercayaan diri, dan perspektif global. Terinspirasi oleh visi mendiang ayah saya dalam membangun BITDeC, BCPS terus tumbuh sebagai ruang yang membuka peluang nyata bagi anak muda untuk mengubah masa depan mereka dan memberi kontribusi yang bermakna, tanpa meninggalkan nilai-nilai Bali.”

Prinsip tersebut terus menjadi landasan perjalanan BCPS hingga kini, tercermin dalam upaya memperluas akses pendidikan kuliner bagi masyarakat Bali dan Indonesia, membuka ruang bagi pelajar internasional, menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehari-hari untuk menyiapkan lulusan berkarier secara global, serta membangun kemitraan internasional yang menghadirkan pengalaman industri langsung di Indonesia, Prancis, Italia, Hong Kong, dan negara lainnya.

Satu Dekade Transformasi dan Dampak

Dalam sepuluh tahun terakhir, pertumbuhan BCPS mencerminkan misinya untuk membuka peluang dan memberdayakan generasi muda Indonesia melalui pendidikan kuliner profesional. Sejalan dengan komitmen terhadap akses pendidikan yang inklusif, BCPS menyediakan beasiswa penuh bagi siswa dengan keterbatasan akses pendidikan formal serta bekerja sama dengan mitra lokal untuk mendukung anak-anak dari komunitas pedesaan di Bali.

Paparan internasional juga menjadi pilar penting pengembangan BCPS. Sejak 2023, lebih dari 60 siswa telah mengikuti program magang internasional selama enam bulan di Prancis, Italia, dan Hong Kong, termasuk di jaringan Relais & Châteaux serta restoran berbintang Michelin seperti La Maison Paul Bocuse, Don Alfonso, Guy Lassausaie, dan Mosu.

“Setiap pencapaian BCPS mencerminkan potensi siswa yang berhasil dikembangkan,” ujar Priska Cinthia Sondakh, Deputy School Director Bali Culinary Pastry School. “Tanggung jawab kami tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan profesional yang disiplin, adaptif, dan siap memenuhi standar industri internasional. Memasuki satu dekade perjalanannya, BCPS berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan, memperkuat kemitraan global, serta memastikan setiap lulusan melangkah dengan percaya diri dan integritas, ke mana pun karier mereka berkembang.”

Pada 2025, Yovita Ariandini, salah satu siswa BCPS berhasil memperoleh posisi kerja penuh waktu di Restoran Paul Bocuse setelah menyelesaikan program magang, dan menjadi perempuan Indonesia pertama yang bergabung di dapur legendaris Prancis tersebut. BCPS juga terus memperkuat kemitraan akademiknya dengan institusi terkemuka di Prancis, termasuk CFAiE dan Lycée Hôtelier Le Touquet, seiring dengan pengembangan pedagogi inovatif yang menggabungkan penguasaan teknis (savoir-faire) dan sikap profesional (savoir-être). Pendekatan ini dibimbing oleh M.O.F. Christophe Quantin untuk mempersiapkan siswa agar mampu memenuhi standar industri global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *