Scroll untuk baca artikel
Berita polisiNasional

Berbagi Takjil hingga Bukber, Kapolri: Media Wakili Suara Publik

16
×

Berbagi Takjil hingga Bukber, Kapolri: Media Wakili Suara Publik

Sebarkan artikel ini

Jakarta,CentangSatu.com – Kapolri Listyo Sigit Prabowo menggelar kegiatan pembagian takjil dan buka puasa bersama insan pers di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara Polri dan media.

“Ini bagian dari upaya kita untuk terus menjaga tali silaturahmi, yang tentunya ini juga menjadi salah satu kekuatan,” ujar Sigit.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas di depan Kantor Mabes Polri. Kapolri bersama pejabat utama Polri dan para jurnalis turun langsung membagikan bingkisan berbuka puasa kepada pengendara, masyarakat sekitar, hingga pengemudi ojek daring.

Aksi berbagi tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Suasana kebersamaan tampak ketika aparat kepolisian dan insan pers berdiri berdampingan membagikan takjil.

Usai kegiatan berbagi, Kapolri dan para jurnalis melanjutkan agenda dengan buka puasa bersama. Acara berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Dalam kesempatan itu, Sigit menegaskan bahwa pers merupakan mitra strategis bagi Korps Bhayangkara. Ia menyebut media memiliki peran penting sebagai penyambung aspirasi masyarakat.

“Suara media adalah suara publik. Dan oleh karena itu tentunya kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman media yang terus menyampaikan informasi,” kata dia.

Menurut Sigit, setiap informasi yang disuarakan media menjadi tolok ukur bagi institusi Polri untuk bergerak cepat merespons kebutuhan masyarakat.

“Begitu media menyuarakan suara publik, artinya di situ juga lah kami harus segera bergerak dan merespons cepat. Karena kita menyadari bahwa suara media adalah suara publik yang harus didengar,” ujarnya.

Ia menambahkan, Polri memiliki kewajiban untuk menindaklanjuti berbagai isu yang berkembang di ruang publik, demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.

Lebih jauh, Sigit menyoroti perkembangan teknologi informasi yang kian pesat, termasuk kemajuan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi deepfake. Menurut dia, fenomena tersebut memunculkan tantangan baru berupa misinformasi dan disinformasi yang dapat mengganggu stabilitas.

“Ini menjadi tantangan kita semua,” kata Sigit.

Karena itu, ia berharap media tetap konsisten menyajikan informasi yang jujur, akurat, dan dapat dipercaya. Sigit juga menekankan peran pers sebagai alat kontrol sosial sekaligus penghubung antara masyarakat dan institusi negara.

“Media memiliki peran yang sangat luar biasa untuk turut menjaga stabilitas keamanan nasional,” ujar Sigit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *