Jakarta,CentangSatu.com— Upaya mengangkat cerita rakyat ke panggung industri kreatif modern kembali mendapat panggung. Film drama musikal keluarga Timun Mas in Wonderland resmi meluncurkan lagu-lagu temanya dalam sebuah gala premiere di XXI Epicentrum, Jakarta, Rabu (26/2/2026).
Acara tersebut dihadiri Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang menyampaikan apresiasi atas semakin banyaknya karya seniman Indonesia yang menjadikan warisan budaya sebagai inspirasi kreatif. Menurut dia, kisah Timun Mas merupakan contoh relevan bagaimana cerita rakyat dapat diolah menjadi karya lintas medium yang menarik bagi generasi muda.
“Saya senang sekali melihat semakin banyak karya dari para seniman Indonesia yang mengangkat cerita rakyat. Tema seperti ini sangat penting dalam pemajuan kebudayaan nasional,” ujar Fadli dalam sambutannya.
Ia menilai Indonesia sebagai negara dengan lebih dari 1.300 kelompok etnis dan ratusan bahasa memiliki kekayaan narasi yang luar biasa. Potensi tersebut, jika dikelola secara kreatif, dapat berkembang menjadi kekayaan intelektual (IP) yang tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga memberi kontribusi ekonomi.
Fadli menegaskan dukungan pemerintah terhadap inisiatif kreatif semacam ini, yang sejalan dengan amanat Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945 mengenai pemajuan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia. Ia berharap film, musikal, dan karya seni Indonesia semakin dikenal di panggung internasional.
Gala premiere ini menampilkan 17 lagu tema yang dibawakan langsung para pemain film. Lagu-lagu seperti “Jus Ketimun”, “Welcome to Wonderland”, “Dunia Warna Warni”, hingga “Atas SeizinMu Yaa Allah” mengusung nilai persahabatan, keberanian, kebersamaan, cinta tanah air, serta spiritualitas. Seluruh komposisi musik digarap oleh Creative Director film, Andrei Aksana.

Direktur Seni Rupa dan Pertunjukan Kementerian Ekonomi Kreatif, Dadan Mahdar, yang turut hadir, menyebut peluncuran lagu ini sebagai bagian penting dari ekosistem produksi. Ia menjelaskan proyek tersebut dikembangkan secara terstruktur, mulai dari pengembangan cerita, pelaksanaan Magical Casting Bootcamp yang melibatkan anak-anak dan remaja berbakat dari berbagai daerah, hingga produksi musik yang terintegrasi.
Menurut dia, integrasi antara film, musik, dan seni pertunjukan menjadi model pengembangan industri kreatif yang tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas.
Proyek ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Rangkaian kreatifnya bahkan diawali dari program pencarian bakat yang kemudian berkembang menjadi ilustrasi novel sebelum diproduksi menjadi film layar lebar.
Menutup acara, Fadli menyampaikan harapannya agar Timun Mas in Wonderland mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya anak-anak Indonesia. Ia optimistis film tersebut dapat menjadi bagian penting dalam pemajuan budaya nasional sekaligus membuka jalan bagi karya-karya musikal berbasis cerita nusantara untuk menembus pasar global.|Sumber Kemenbud RI


















