Scroll untuk baca artikel
Umum

5.054 Porsi dalam 8 Jam, Makan Besar Bobon Santoso Catat Sejarah di Lapangan Banteng

77
×

5.054 Porsi dalam 8 Jam, Makan Besar Bobon Santoso Catat Sejarah di Lapangan Banteng

Sebarkan artikel ini

Jakarta,CentangSatu.com -| Ribuan warga memadati Lapangan Banteng, Sabtu (28/2/2026), dalam puncak Festival Imlek Nasional 2026. Di ruang terbuka yang dihiasi lampion dan ornamen khas perayaan Cap Go Meh itu, sebuah perjamuan akbar digelar “Makan Besar Bersama Bobon Santoso” yang tak sekadar menghadirkan kelezatan, tetapi juga mencatatkan sejarah.

Sebanyak 5.054 porsi Lontong Cap Go Meh disajikan dalam waktu delapan jam. Capaian ini secara resmi memecahkan rekor Guinness World Records untuk kategori penyajian Lontong Cap Go Meh terbanyak dalam kurun waktu tersebut.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebut kegiatan ini sebagai bukti bahwa tradisi kuliner dapat menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang inklusif. Terlebih, perayaan Imlek tahun ini beriringan dengan Ramadhan, menjadikan Lontong Cap Go Meh sebagai simbol akulturasi budaya Tionghoa dan tradisi masyarakat Indonesia saat bulan suci.

“Kegiatan makan besar ini memberi kesempatan bagi pelaku UMKM, kreator konten, dan komunitas lokal untuk menampilkan inovasi sambil menjaga tradisi kuliner yang menjadi bagian dari kekayaan ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Irene.

Di bawah arahan Bobon Santoso, proses memasak dilakukan secara kolaboratif. Wajan-wajan besar mengepul, sementara relawan dan tim dapur bekerja terkoordinasi menyiapkan hidangan bagi masyarakat yang telah memadati area sejak sore hari. Antusiasme terlihat dari antrean panjang warga yang ingin menjadi bagian dari momentum tersebut.

Bagi Irene, perjamuan ini bukan sekadar soal jumlah porsi atau pencapaian rekor. Lebih jauh, ia menjadi ruang interaksi sosial yang menegaskan nilai kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi publik dalam menghidupkan budaya.

“Acara makan besar ini bukan sekadar soal menikmati hidangan, tetapi juga momentum berbagi dan merayakan kekayaan kuliner serta tradisi Cap Go Meh,” katanya.

Turut hadir Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie yang mendukung kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat riset, inovasi, dan promosi kuliner Indonesia. Sinergi tersebut diharapkan memperluas dampak budaya kuliner nasional, baik di dalam negeri maupun di panggung global.

Makan besar itu pada akhirnya menjadi penanda bahwa kuliner tradisional Indonesia tak hanya hidup di meja makan keluarga, tetapi juga mampu menjadi simbol persatuan dan mesin pertumbuhan ekonomi kreatif. Dari sepiring lontong, lahir pesan tentang keberagaman yang dirayakan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *