Scroll untuk baca artikel
Umum

Dari Glodok untuk Jakarta: Pesan Persatuan di Puncak Cap Go Meh 2577

21
×

Dari Glodok untuk Jakarta: Pesan Persatuan di Puncak Cap Go Meh 2577

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,CentangSatu.com — Cahaya lampion menggantung temaram di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (3/3). Di tengah suasana Cap Go Meh yang berpadu dengan buka puasa Ramadan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri perayaan puncak Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Pancoran Chinatown Point.

Acara yang digelar bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) itu turut dihadiri sejumlah mantan Gubernur DKI Jakarta, di antaranya Sutiyoso, Fauzi Bowo, Anies Baswedan, Teguh Setyabudi, serta Djarot Saiful Hidayat. Kehadiran lintas kepemimpinan itu menghadirkan pesan kesinambungan dalam perjalanan ibu kota.

Menurut Pramono, perayaan Cap Go Meh tahun ini menjadi penanda bahwa budaya Tionghoa yang telah lama berakulturasi dengan budaya Betawi tumbuh dan diterima dengan baik di Jakarta. Ia menyebut ibu kota sebagai melting pot budaya ruang perjumpaan etnis dan tradisi yang saling mengisi.

“Kehadiran para mantan gubernur menunjukkan kesinambungan pembangunan Jakarta berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sebagai wujud penguatan identitas kota yang majemuk, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun Museum Peranakan di Jalan Keadilan. Museum tersebut akan terintegrasi dengan pengembangan kawasan Glodok-Pancoran yang terhubung proyek MRT fase lanjutan, sehingga memperkuat kawasan itu sebagai destinasi wisata budaya.

“Saya ingin menyampaikan bahwa warga Tionghoa telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Jakarta. Museum Peranakan ini diharapkan menjadi simbol kebersamaan dan sejarah panjang itu,” kata Pramono.

Perayaan Cap Go Meh menutup rangkaian Festival Imlek Jakarta 2026 yang dimulai sejak 13 Februari lalu. Sejak pagi, kawasan Glodok diramaikan pertunjukan tari selendang dendang, barongsai dan liong, tanjidor, egrang, hingga ondel-ondel.

Bazar UMKM turut memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berpartisipasi dalam perayaan budayaCap Go Meh, hari ke-15 setelah Imlek, identik dengan lampion dan atraksi seni sebagai simbol syukur dan harapan baru. Tahun Kuda Api yang kini dimasuki dimaknai sebagai lambang energi, keberanian, dan daya juang nilai yang dinilai relevan bagi perjalanan Jakarta menuju kota global yang inklusif.

Pada kesempatan itu pula diserahkan Rekor MURI atas penerbangan flying drone LED pertama di Indonesia kepada Gubernur DKI Jakarta. Pengumuman pemenang Lomba Dekorasi Imlek 2026 dari berbagai kategori mulai kementerian/lembaga, hotel, gedung perkantoran, hingga pusat perbelanjaan menjadi penutup yang meriah.

Di tengah perjumpaan tradisi Imlek dan Ramadan, pesan yang mengemuka sederhana namun mendalam: keberagaman bukan sekadar dirayakan dalam seremoni, melainkan dirawat sebagai kekuatan bersama.

“Dengan semangat Cap Go Meh dan Ramadan, mari kita jaga persatuan dan terus membangun Jakarta,” ujar Pramono.[DinasKominfotik]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *