Scroll untuk baca artikel
HiburanMusik

“IF ONLY”: Perjalanan 9 Bulan Jeanette Sims Menyulam Penyesalan Menjadi Karya Pop Ballad yang Mengharukan

18
×

“IF ONLY”: Perjalanan 9 Bulan Jeanette Sims Menyulam Penyesalan Menjadi Karya Pop Ballad yang Mengharukan

Sebarkan artikel ini

Los Angeles, CentangSatu.com -Dari rasa kehilangan hingga studio Hollywood, musisi Indonesia-Los Angeles ini membuktikan bahwa karya tak mengenal batas usia, Jeanette Sims tidak sekadar merilis lagu. Ia melahirkan karya. Lewat single terbarunya “IF ONLY”, musisi yang berbasis di Los Angeles ini menegaskan posisinya sebagai artis yang mengedepankan kejujuran emosional dan kedalaman artistik sebuah proses yang memakan waktu sembilan bulan penuh, seperti siklus kehamilan sebuah karya.

Proses kreatif yang intens dimulai dari sekadar gagasan lirik sederhana, berkembang melalui diskusi mendalam, penulisan ulang, hingga penyempurnaan aransemen yang detail.

“Kebetulan producer aku Andre Dinuth domisili di Jakarta, jadi kita komunikasi lewat WA,” cerita Jeanette.

Ia mengirimkan sample vokal yang kemudian ditempelkan ke musik yang dibuat Andre, sebelum sang produser akhirnya terbang ke Los Angeles untuk workshop dan vocal take.

“Aku berusaha sharing my music my art tiap 9 bulan seperti melahirkan my baby, my karya.” ungkap Jeanette Sims

Diproduseri oleh Andre Dinuth (yang pernah bekerja dengan Glen Fredly & Bakucakar) dan melalui proses engineering serta mastering oleh Ian Charlie di studio Hollywood, “IF ONLY” membawa kualitas produksi berstandar internasional. Kolaborasi dengan Wanda Omar (bass) dan Dana Omar (backing vocals) turut memperkaya dinamika dan tekstur emosional lagu ini.

Lagu ini bukan sekadar komposisi ia adalah pengakuan. “IF ONLY” lahir dari pengalaman pribadi Jeanette yang pernah merasakan penyesalan mendalam akibat kehilangan seseorang yang sangat dicintai karena kesalahan sendiri.

“Walaupun waktu yang lama telah memisahkan kita berdua, tapi penyesalan selalu ada di hati dan seandainya aku bisa kembali mengungkapkan rasa di hatiku bahwa sejujurnya hanya dialah yang aku inginkan di dalam hidupku and I really wished to grow old with until the end of time.” ucapnya

Genre Pop Ballad ini menjadi medium sempurna bagi Jeanette untuk menyampaikan narasi pribadi yang universal tentang penyesalan, kehilangan, dan keinginan untuk memutar waktu.

Keberhasilan “IF ONLY” tidak terlepas dari kolaborasi tim profesional yang kuat. Selain Andre Dinuth dan Ian Charlie, Jeanette didukung oleh musisi berbakat:

– Hannah Ureste – Trumpet (sekaligus singer-songwriter)

– Mike Nelson – Music Video Director & Editor, yang merupakan fotografer untuk artis-artis Hollywood dan pernah menjadi private photographer untuk Joe Biden & Kamala Harris saat menjabat sebagai President & Vice President

– Valerie Repetski – Assistant Director

– Rocco – BTS & Social Media

– Grace Lim – Stylist

Video musik direkam di Red Fox Studio, Downtown LA, dengan pendekatan sinematik yang memperkuat kesinambungan antara karya audio dan representasi visual Jeanette.

Untuk penampilan live, Jeanette meski berkarier sebagai solois dibantu oleh band profesional Indonesia yang juga ternama di AS:

– Albert Kurniawan (Drum) – dari band Long A yang tengah touring across the US

– Dana Omar (Gitar) – singer-songwriter

– Yakub Saputra (Piano) – pernah tampil di NAMM Show berkali-kali

– Eghay Synth (Keyboard/Synth) – eks D’Masiv

Dengan basis karier di Los Angeles dan kolaborasi bersama para profesional industri, Jeanette terus membangun fondasi kuat di kancah musik internasional.

Setiap rilisan menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan serta memperkuat narasi artistiknya.

“Semoga banyak yang bisa relate dengan lagu-lagu aku dan bisa jadi penyemangat buat teman-teman musisi lainnya yang seumuran dengan aku atau lebih. Bahwa karya gak bisa dilihat dari umur. Jangan kecil hati, gak PD, dan selalu harus coba untuk put your music out there. Karena pasti akan selalu ada sendiri pasarnya.” harapan Jeanette untuk industri musik

“IF ONLY” kini tersedia di seluruh platform streaming digital internasional. Untuk kebutuhan media, wawancara, penampilan, serta peluang kolaborasi,

 

Informasi Detail

Nama Jeanette Sims

Basis Los Angeles, California, AS

Genre Pop Ballad, Pop

Peran Singer-songwriter solois

Single Terbaru “IF ONLY” (2025)

Diskografi Letting Go (2024), Good Enough (feat. Wanda Omar) (2025), IF ONLY (2025)

Produser Utama Andre Dinuth (Jakarta/LA)

Ciri Khas Kejujuran emosional, kedalaman lirik, kolaborasi lintas budaya Indonesia-Amerika

Pencapaian Visual Bekerja dengan tim video yang pernah menangani dokumentasi Joe Biden & Kamala Harris

Frekuensi Rilis Setiap 9 bulan (siklus “melahirkan karya”)

Jeanette Sims adalah bukti nyata bahwa jarak (Jakarta-Los Angeles), usia, dan latar belakang bukan penghalang untuk menciptakan karya bermakna. Dengan menggabungkan kekuatan komunitas musisi Indonesia di tanah Amerika dan standar produksi Hollywood, ia terus membangun jembatan budaya melalui musik yang autentik dan menyentuh hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *