Scroll untuk baca artikel
Metropolitan

Dari Simpang Susun ke Ruang Publik, Taman Semanggi Bersiap Bertransformasi

13
×

Dari Simpang Susun ke Ruang Publik, Taman Semanggi Bersiap Bertransformasi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,CentangSatu.com — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memulai revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta Pusat, melalui peletakan batu pertama pada Jumat (20/2). Penataan ulang ruang terbuka hijau di simpul strategis ibu kota itu dilaksanakan secara kolaboratif bersama PT Media Indra Buana dengan skema pembiayaan kreatif berbasis hak penamaan (naming rights).

Taman Semanggi yang memiliki luas sekitar enam hektare dan tersebar di empat sisi Simpang Susun Semanggi selama ini cenderung berfungsi pasif. Terfragmentasi oleh arus lalu lintas, kawasan tersebut belum sepenuhnya menjadi ruang publik yang hidup dan mudah diakses.

Revitalisasi dirancang untuk menjawab kondisi itu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan penataan lanskap terpadu yang mencakup jalur pedestrian, area olahraga, plaza kegiatan, ruang komunal, elemen air, serta kolam resapan dan tampungan air untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan pengendalian limpasan air hujan.

Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa kawasan Semanggi memiliki nilai historis. Simpang susun yang dibangun pada era Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pada 1962 itu dirancang menyerupai empat helai daun semanggi simbol konektivitas dan dinamika kota.

“Taman Semanggi akan menjadi simbol regenerasi dari gagasan Bung Karno yang tetap kontekstual dengan kebutuhan Jakarta hari ini,” ujar Pramono.

Ia menjelaskan, revitalisasi mengusung tiga pendekatan utama. Pertama, regeneration, yakni pemulihan ekologi melalui penambahan vegetasi dan penataan lanskap. Kedua, reconnection, yang menekankan keterhubungan antarruang agar kawasan lebih mudah diakses pejalan kaki dan pesepeda. Ketiga, reactivation, yakni menghidupkan kembali taman sebagai ruang sosial yang inklusif.

Pramono memastikan seluruh pekerjaan dilakukan tanpa mengganggu arus lalu lintas di koridor Semanggi yang merupakan salah satu jalur transportasi utama Jakarta.

Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp134 miliar ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Skema pembiayaan melalui hak penamaan dinilai memberi ruang inovasi pendanaan sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan taman di masa mendatang.

Dengan revitalisasi tersebut, Taman Semanggi diharapkan tidak lagi sekadar menjadi ruang hijau di tengah simpang susun, melainkan ruang publik terintegrasi yang merekatkan fungsi ekologi, mobilitas, dan interaksi sosial warga kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *