Scroll untuk baca artikel
Metropolitan

Setahun Pramono–Rano: Fondasi Diletakkan, Ujian Belum Usai

10
×

Setahun Pramono–Rano: Fondasi Diletakkan, Ujian Belum Usai

Sebarkan artikel ini

Jakarta,CentangSatu.com — Setahun kepemimpinan Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno ditandai refleksi kinerja di Taman Ayodya, Jakarta Selatan, Jumat (20/2). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut fondasi pembangunan telah diletakkan, meski pekerjaan rumah klasik ibu kota banjir, kemacetan, dan polusi belum sepenuhnya terurai.

Dalam paparan kinerja, Gubernur Pramono menekankan capaian makroekonomi. Pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat 5,21 persen, melampaui angka nasional 5,11 persen. Pada triwulan IV, pertumbuhan bahkan menyentuh 5,71 persen. Peringkat Global City Jakarta juga diklaim naik dari posisi 74 menjadi 71 dalam 10 bulan terakhir.

Namun, di balik angka-angka itu, ketimpangan pendapatan atau gini ratio masih menjadi catatan. Pemerintah daerah mengakui persoalan kesenjangan belum sepenuhnya teratasi, meski tren perbaikan mulai terlihat seiring membaiknya kesempatan kerja.

“Perbaikan mendasar sudah kami mulai. Mudah-mudahan tahun ini jauh lebih baik,” ujar Pramono.

Anggaran Pendidikan dan Bansos Dipertahankan

Di sektor pendidikan, Pemprov memastikan anggaran Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tidak dikurangi. Tercatat 707.513 penerima KJP dengan alokasi sekitar Rp1,6 triliun dan 16.920 mahasiswa penerima KJMU. Total anggaran kedua program mendekati Rp2 triliun.

Selain itu, lebih dari 6.000 penerima mengikuti program pemutihan ijazah. Sebanyak 213.000 warga memperoleh manfaat Kartu Lansia Jakarta, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta, dan Kartu Anak Jakarta. Pemprov juga menggratiskan 40 sekolah swasta serta akses masuk Ancol, Ragunan, dan Monas bagi penerima KJP dan KJMU.

Kebijakan mempertahankan belanja sosial dinilai menjadi instrumen menjaga daya beli sekaligus mempersempit jurang ketimpangan.

Layanan Kesehatan dan Ruang Hijau

Penguatan layanan kesehatan dilakukan melalui 31 rumah sakit, 44 puskesmas kecamatan, dan 292 puskesmas pembantu. Dua rumah sakit baru direncanakan dibangun di Cakung dan lahan Sumber Waras.

Di bidang lingkungan, 21 ruang terbuka hijau baru telah diselesaikan. Taman Ayodya dikembangkan menjadi ruang hijau seluas 5,6 hektare dengan lintasan jogging 1,2 kilometer. Revitalisasi Taman Semanggi senilai Rp134 miliar dilakukan melalui skema kerja sama dengan swasta tanpa membebani APBD.

Quick Win dan Agenda 2026

Wakil Gubernur Rano menyebut 97 persen dari 40 program prioritas atau quick win telah diselesaikan. Tiga program lainnya masih berproses karena membutuhkan waktu lebih panjang.

Fokus tahun kedua, menurutnya, diarahkan pada tiga isu utama: banjir, kemacetan, dan kemiskinan. Normalisasi sungai, termasuk pembebasan lahan di sepanjang Sungai Ciliwung, akan dilanjutkan. Integrasi dan penambahan rute Transjabodetabek diperluas hingga wilayah penyangga, sementara rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta direncanakan segera beroperasi dengan tarif Rp3.500.

Pemerintah daerah juga menegaskan komitmen mempertahankan subsidi bagi 15 golongan masyarakat sebagai bantalan sosial.

Refleksi dan Tantangan

Refleksi setahun pemerintahan ini menunjukkan konsolidasi program sosial dan perbaikan indikator makro telah berjalan. Namun, tantangan struktural kepadatan penduduk, kualitas udara, serta risiko banjir musiman membutuhkan konsistensi kebijakan dan koordinasi lintas wilayah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan publik. Di tengah ekspektasi warga yang tinggi, tahun kedua kepemimpinan Pramono–Rano akan menjadi ujian keberlanjutan: apakah fondasi yang telah diletakkan mampu menjawab kompleksitas Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *